Liga 1 Indonesia

Liga 1 Mandek, Pemain Persik Ini Beralih Tekuni Bisnis Laundry

Editor: M. Firdian Sani
Pemain Persik Kediri, Dany Saputra, saat mengikuti kursus pelatih dari PSSI di Bali.

TRIBUN-BALI.COM - Kekosongan kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi COVID-19 membuat banyak pesepak bola harus memutar otak menambah penghasilan.

Tak terkecuali pemain Persik Kediri, Dany Saputram yang memilih menekuni bisnis laundry.

Hal itu ia lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga karena penghasilan dari sepak bola berkurang.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Top Skor Liga Italia, Son Heung-min di Liga Inggris dan Oyarzabal di Liga Spanyol

Bapak satu anak ini mengaku sudah memulai usaha laundry di dekat rumahnya sejak pertama kali meneken kontrak bersama Persik Kediri.

Dany mengatakan bahwa dirinya tak butuh pelatihan khusus untuk buka usaha laundry.

Hampir semua ilmunya didapatkan secara autodidak dan hanya berdasarkan sumber internet.

"Tetapi, saya pernah ikut workshop mengenai laundry. Kami ada komunitas pengusaha laundry di Kediri, jadi bisa saling membagi ilmu jika ada masalah seperti ini bagaimana menanganinya," jelasnya seperti dikutip Tribun Bai dari Bolasport.com.

Danny mengakui sedikit mengalami kendala ketika membuka bisnis laundry sekitar bulan Februari lalu.

Hal itu dikarenakan pandemi yang menyebar pada Maret hingga berdampak pada usahanya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan dibukanya PSBB, bisnis cuciannya kembali lancar.

Baca juga: Pempalap Indonesia Akan Tampil Habis-habisan pada Balapan Terakhirnya di Moto2 Portugal

"Karena sebagian pelanggan saya ini mahasiswa dan pekerja, jadi lumayan ramai," tandasnya.

Tak tanggung-tanggung, omzet yang berhasil diraup dalam satu bulan bisa mencapai 8-12 juta rupiah.

Jumlah ini diperkirakan bisa bertambah ketika masa sudah new normal atau masa pandemi sudah berakhir.

"Saya dulu memulai usaha butuh uang sekitar 100 juta lebih. Itu sudah termasuk paket lengkap sabun dan lain-lain, namun belum termasuk untuk harga sewa toko," imbuhnya.

Dani membuka usaha tersebut bersama sang istri. Menurutnya usaha laundry lebih mudah dijalankan dan risikonya tidak terlalu besar.

“Sebenarnya itu ide lama dengan istri, memang kebetulan kami cari usaha di bidang jasa saja, jadi tidak terlalu banyak risiko,” ujarnya.

Baca juga: Berhasil Raih Gelar Dunia, Joan Mir Tegaskan Tak Akan Pakai Nomor 1 di MotoGP 2021, Ini Alasannya

Mantan Pemain Persija ini tak takut jika suatu saat nanti usaha yang dijalani mengalami bangkrut atau gagal.

Kendati demikian, ia berharap usahanya tetap langgeng dan semakin sukses sehingga bisa menjadi modal ketika gantung sepatu.

"Kalau namanya bisnis, pilihannya kalau tak untung ya pasti bangkrut dan saya sudah siap mengenai hal itu. Kalau bisnis ini sukses, pasti jadi modal berharga untuk masa depan nanti," ungkapnya.

"Pesepak bola rata-rata bermain cuma maksimal sampai 40 tahun saja. Setelah itu mereka akan menganggur. Kalau sekarang tidak pintar-pintar cari usaha, ke depannya pasti sulit," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Imbas Liga 1 Tak Jalan, Pemain Persik Tekuni Bisnis Laundry