Berita Karangasem

30 Persen Desa di Wilayah Karangasem Berpotensi Kesulitan Air Bersih Saat Musim Kemarau Melanda

ilustrasi warga Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, mengambil air di Tukad Hitam yang berjarak 2 kilometer dari rumahnya.

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dari 78 Desa / Kelurahan di Karangasem, sekitar 30 persen diperkirakan kesulitan memperoleh air bersih (kekeringan) saat memasuki musim kemarau.

Perkiraan tersebut sesuai pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengungkapkan, daerah yang diperkirakan  kesulitan peroleh air bersih rata - rata karena minim sumber air.

Lokasinya juga berada di atas ketinggian. Seperti di  Kecamatan Kubu, Bebandem, Karangasem.

Baca juga: Larangan Mudik, Ratusan Calon Penumpang Kapal di Pelabuhan Padangbai Karangasem Diminta Putar Balik

Di Kecamatan Kubu, daerah yang brpotensi kesulitan memperoleh air bersih yakni daerah bagian atas. Seperti di Desa Ban dibagian atas, Tianyar bagian atas, Tianyar Barat, Baturinggit, Tulamben bagian atas, hingga Dukuh.

Sedangkan di  Kecamatan Bebandem ada Buana Giri di bagian atas.

"Kalau Kecamatan Karangasem ada Desa Seraya Timur bagian atas. Seperti di Banjar Tanah Barak. Dan Seraya  Tengah bagian atas," ungkap IB Ketut Arimbawa, Senin 10 Mei 2021.

Daerah tersebut rutin alami kekeringan dan kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Daerah yang berpotensi kesulitan air bersih tahun 2021 mengalami  penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Mengingat beberapa daerah di Karangasem sudah menemukan sumber mata air baru, membuat sumur, dan membangun pamsimas  baru. Seperti di Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Halaman
12

Berita Populer