Berita Denpasar

Pasien di RS Sanglah Komplain Anggap Sakitnya Efek Vaksin, Dokter: Bukan KIPI, Tapi Demam Berdarah

Ilustrasi - Suasana di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. - Pasien di RS Sanglah Komplain Anggap Sakitnya Efek Vaksin, Dokter: Bukan KIPI, Tapi Demam Berdarah

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang pasien di RSUP Sanglah komplain.

Ia menjalani perawatan dan dikenakan biaya oleh pihak rumah sakit.

Pasien tersebut komplain lantaran mengira sakit yang dideritanya merupakan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sebagai efek vaksin Covid-19 yang dia ikuti belum lama.

Pasien berinisial CMIG (27) itu komplain setelah dikenakan biaya saat menjalani perawatan di RSUP Sanglah.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Denpasar, Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) mengklarifikasi komplain yang dialami pasien tersebut.

dr Ariawati menjelaskan, berdasarkan penelusuran, pasien tersebut tidak terindikasi KIPI. 

"Setelah kami telusuri ternyata pasien yang dimaksud bukan terindikasi terkena KIPI. Kejadian Ikutan Imunisasi sendiri membutuhkan beberapa pembuktian dan memang sebelumnya pasien mempunyai riwayat Imunisasi Covid-19.

Tetapi untuk saat ini masih dicurigai dengan riwayat terkena Demam Berdarah. Dan sudah dilakukan cek laboratorium hasilnya normal lalu dipulangkan," jelasnya, Selasa 11 Mei 2021. 

Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Denpasar (Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

Dijelaskan, RSUP Sanglah sudah memiliki Tim KIPI.

Halaman
12

Berita Populer