Berita Denpasar

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Central Udayana Lakukan Pembinaan ke Restoran

Salah satu mahasiswi pendukung kawasan tanpa rokok menempelkan atau memasang stiker KTR di bagian depan restoran di kawasan Kota Denpasar.

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama dua pekan, Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Pusat Penelitian Universitas Udayana melalui Central Udayana berupaya untuk mendukung penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 7 Tahun 2013.

Aksi yang dilakukan dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) ini pun menyasar restoran atau tempat makan, mengingat lokasi tersebut masih sering dijumpai warga yang merokok.

Sejumlah restoranpun diajak untuk ikut mensukseskan hal ini dengan memberikan pembinaan KTR hingga mengacu pada Perda yang berlaku.

Bahkan dalam aksi ini, Dinas Kesehatan dan Central Udayana menggandeng berbagai kelompok masyarakat hingga mahasiswa yang mendukung langkah positif ini.

Polresta Denpasar Ungkap Kasus Pencurian Libatkan Anak Dibawah Umur, Puluhan Rokok Jadi Barang Bukti

Iklan Rokok Kembali Menjamur di Klungkung, Bupati Suwirta Lepas Reklame Rokok di Warung-Warung

Menurut dr Putu Ayu Swandewi Astuti selaku Ketua Udayana Central atau Center For NCDs Tobacco Control And Lung Health yang juga pakar kesehatan masyarakat mengungkapkan.

Upaya promosi kesehatan harus terus ditingkatkan dan terus menerus digalakkan, hal ini dilakukan agar masyarakat bisa terbebas dari penyakit yang dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

"Langkah kita yakni dengan melakukan pembinaan, tujuannya ya agar masyarakat bisa memiliki prilaku atau pola hidup yang sehat," ujar dr Ayu Swandewi, Selasa 11 Mei 2021 kepada Tribun Bali.

Ia menjelaskan apa yang dilakukan ini harus didukung oleh semuanya, termasuk tempat-tempat yang masih menyediakan 'asbak' seperti restoran ataupun tempat makan dan tempat-tempat lainnya.

Bahkan jika melihat dari pola hidup masyarakat Indonesia, konsumsi rokok masuk kategori terbesar kedua setelah beras dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Halaman
123

Berita Populer