Kades Tinggal Serumah bareng Istri Orang, Polisi Beri Peringatan Tembakan, Lalu Ada Bunyi di Plafon

Ilustrasi

Begitu hitungan 1, 2 menginjak hitungan ke3, Subandi dari atas plafon teriak mau turun.

"Ampun pak...ampun pak... jangan ditembak," teriaknya.

Kades Subandi akhirnya turun tanpa memgenakan kaos atau kemeja.

Setelah menuruni anak tangga yang dipersiapkan dan sampai di lantai rumah disaksikan ketua RT, RW dan tokoh masyarakat serta polisi, Kades Subandi terlihat kelincutan pada dini hari itu.

Begitu disaksikan orang banyak, Kades Subandi terlihat pasrah. Ia memdekapkan kedua tangannya di dadanya.

Subandi hanya terdiam dan mengikuti perintah polisi saat digelandang ke Polres Lamongan bersama pasangan mesumnya, RI.

Kapolres menambahkan, perzinahan dilakukan oleh oknum kepala desa Karangwedoro itu berawal dari laporan korban A, suami RI. 

Ketika pemeriksaan bsrlangsung, RI mengaku sudah menikah siri dengan Kades Subandi. Meski masing - masing  pasangan berstatus memiliki pasangan yang sah.

"Kami mengamankan barang bukti buku nikah milik suami RI, " kata AKBP Miko.

Penyidik kini masih memeriksa lanjutan pasangan selingkuh itu. Kades Subandi walau ditetapkan sebagai tersangka tak ditahan.

Namun yang bersangkutan wajib lapor dua kali dalam seminggu sampai proses hukum selanjutnya.

"Tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun dan pertimbangan lain, tidak akan kabur serta roda pemerintahan di desa tetap berjalan, " ungkapnya.

Pasal yang disangkakan,  pasal 284 KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara.

Positif Sabu-sabu

Ternyata, selain hidup serumah dengan RI (39) selama 2 bulan, Subandi juga seorang pengguna sabu-sabu.

Bahkan, RI juga menggunakan barang haram itu.  

Kepastian ini didapatkan setelah keduanya dites urine dan hasilnya positif.

" Ya hasil tes urinenya kedua positif mengonsumsi sabu - sabu, " kata Kasat Resnarkoba, AKP Achmad Khusen saat dikonfirmasi Surya.co.id (Tribunjatim.com grup), Selasa (15/6/2021).

Dikatakan AKP Achmad Khusen, perkara narkoba ini akan terpisah dengan kasus dugaan perzinaannya. 

Perkara pidana dugaan perzinaan ditangani Satreskrim.

Sementara perkara mengonsumsi sabu - sabu ditangani Satreskoba.

"Kita juga masih mengembangkan penyelidikan dari mana asal barang haram itu didapatkan tersangka, " kata Khusen.

Secara medis hasil tes urine hasilnya positif, sang kepala desa ngotot mengakui mengonsumsi sabu - sabu.

Karena bohong,  Subandi dan RI  tidak mengonsumsi sabu - sabu. Polisi sampai harus  dua kali memeriksakan urine kedua tersangka. 

Tes urine pertama di Dokkes Polres Lamongan dan tes urine kedua diluar polres untuk meyakinkan pada keduanya.

"Dua kali tes urine, dua - duanya positif narkoba. Tapi tetap saja mengelak, " ungkap Khusen.

Bagi penyidik, tersangka yang tidak mengakui memakai narkoba, itu hak tersangka. Tapi dua alat bukti yang ada di tangan penyidik tidak bisa dipungkiri oleh tersangka.

Apa akan direhabilitasi ?

Khusen belum bisa memastikan, sebab pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan masih berlangsung.

Sampai hari ini, tersangka masih bungkam dari mana barang itu (sabu - sabu, red) mereka dapatkan. Lagi - lagi alasannya ia tidak memakai narkoba.

Sementara itu, sumber lain yang didapat wartawan mengungkapkan, sebelum kedua tersangka mesum diduga mengonsumsi sabu - sabu.

Ditengarai, barang haram tersebut diambil tersangka menjelang Maghrib.

" Kebiasaannya, ia ngambilnya setiap menjelang Maghrib, " kata sumber itu.

Artikel terkait telah tayang di Surya dengan judul Sosok Kades yang Gegerkan Lamongan karena Selingkuhi Istri Orang Padahal Istrinya ASN Punya Anak 2