TERKINI: Aturan Terbaru untuk Tempat Wisata hingga Mall & Restoran, Berlaku Mulai Besok 22 Juni 2021

Ilustrasi suasana di salah satu mall di Denpasar - TERKINI: Aturan Terbaru Operasional Tempat Wisata hingga Mall-Restoran, Berlaku Mulai Besok 22 Juni

TRIBUN-BALI.COM - Pandemi Covid-19 tak juga kunjung berakhir.

Setelah setahun lebih berjuang untuk terbebas dari penularan virus corona, kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak.

Terkini, pemerintah menutup kegiatan di area publik dan tempat wisata yang berada di zona merah mulai besok, Selasa 22 Juni 2021.

Penutupan dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sekarang ini.

"Kegiatan di area publik ini fasilitas umum taman umum, tempat wisata dan area publik lainnya zona merah ditutup sementara sampai dinyatakan aman," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi secara daring, seperti dilansir dari Tribunnews.com, Senin (21/6/2021).

Sementara itu untuk kegiatan di area publik dan tempat wisata di zona oranye, kuning, dan hijau boleh dibuka dengan pembatasan pengunjung 25 persen dari kapasitas.

“Kemudian zona lainnya diizinkan dibuka paling banyak 25 persen, dengan pengaturan dari Pemda dan ini dengan beberapa protokol kesehatan yang lebih ketat,” katanya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Tidak hanya itu kegiatan rapat atau seminar secara luring atau offline di zona merah juga dilarang.

Untuk zona-non merah diperbolehkan dengan pembatasan peserta maksimal 25 persen dari kapasitas.

"Dan zona lainnya, tentu ini ini diizinkan paling banyak 25 persen dari kapasitas. Jadi kegiatan rapat maupun Seminar ini juga maksimal 25 persen dari kapasitas,” kata dia.

Tak hanya itu, sektor perbelanjaan seperti mal dan pasar juga dibatasi jam operasionalnya disemua zona menyusul melonjaknya kasus Covid-19. 

"Kemudian kegiatan di pusat perbelanjaan mal ataupun pasar dan pusat perdagangan, jam operasional maksimal sampai jam 20.00, dan pembatasan pengunjung paling banyak 25 persen dari kapasitas," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi secara daring, Senin (21/6/2021).

Pemerintah juga membatasi jam operasional restoran, warung makan, cafe, pedagang kaki lima, lapak jalanan baik itu yang berdiri sendiri maupun yang berada di dalam mal.

"Untuk kegiatan dine in (makan di tempat), makan minum paling banyak 25% dari kapasitas dan sisanya di take away," katanya.

Layanan pesan antar makanan dan minuman restoran juga kata Airlangga dibatasi dengan menyesuaikan jam operasional restoran.

"layanan pesan antar atau bawa pulang juga sesuai dengan jam operasi restoran. Jadi dibatasi sampai dengan pukul 8 malam dan kemudian protokol kesehatan diterapkan secara ketat," katanya.

Sebelumnya Pemerintah akan melakukan penebalan atau penguatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 34 Provinsi. Penguatan PPKM dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Aturan penebalan PPKM Mikro tersebut akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri.

"Jadi nanti akan berlaku mulai besok tanggal 22 Juni sampai 5 Juli, 2 minggu kedepan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi secara daring, Senin, (21/6/2021).

Kasus Covid-19 di Denpasar Meningkat
Sementara itu, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar juga terus mengalami peningkatan.

Akibatnya, banyak kawasan yang awalnya zona hijau kini menjadi zona kuning bahkan ada yang kembali menjadi zona orange.

Untuk diketahui, pada 13 Juni lalu, dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar, 35 wilayah sudah dinyatakan zona hijau Covid-19.

Sementara hanya 8 wilayah yang masuk zona kuning.

Akan tetapi, seminggu setelahnya, sebanyak 20 desa/kelurahan dinyatakan zona kuning, dan 3 wilayah lainnya dinyatakan zona orange.

Sedangkan untuk zona hijau hanya tersisa sebanyak 20 desa/kelurahan.

Ilustrasi. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan tiga wilayah yang masuk zona orange yakni Desa Ubung Kaja, Desa Pemecutan Kaja, dan Kelurahan Sesetan.

Sementara untuk 20 wilayah yang masuk zona kuning meliputi, Denpasar Timur sebanyak 5 wilayah yakni Kesiman Kertalangu, Kesiman Petilan, Sumerta Kaja, Sumerta Kauh, dan Dangin Puri Kelod.

“Denpasar Utara dua zona orange yakni Desa Ubung Kaja, Desa Pemecutan Kaja, sedangkan zona kuning yakni Kelurahan Tonja dan Desa Dauh Puri Kaja,” kata Dewa Rai saat diwawancarai Senin, 21 Juni 2021.

Untuk wilayah Denpasar Barat, yang masuk zona kuning sebanyak 7 wilayah meliputi Kelurahan Padangsambian, Kelurahan Padangsambian Kelod, Pemecutan Kelod, Dauh Puri Kauh, Kelurahan Pemecutan, Dauh Puri Kelod dan Kelurahan Dauh Puri.

Dan untuk Denpasar Selatan, satu wilayah zona orange yakni Kelurahan Sesetan, sedangkan zona kuning meliputi Kelurahan Sanur, Sanur Kauh, Kelurahan Renon, Kelurahan Panjer, Kelurahan Pedungan, serta Desa Pemogan.

Dewa Rai menyebut, melonjaknya kasus positif Covid-19 di Denpasar terjadi pasca arus balik hari raya.

Selain itu, kini juga muncul klaster baru di Denpasar yakni klaster pekerja konstruksi.

Kata dia, beberapa kasus yang terjadi setiap harinya, pasti ada saja pekerja konstruksi yang dinyatakan positif Covid-19.

“Ya misalnya saat kasus positif 15 orang, 3 orang ternyata pekerja konstruksi. Dan terus terjadi. Dan setiap hari ada saja pekerja konstruksi yang kena,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai Senin, 21 Juni 2021 siang.

“Kami curiga muncul klaster ini karena mereka baru balik dari kampung halaman dan setelah beberapa hari di Denpasar mereka terdeteksi positif Covid-19,” katanya.

Dengan peningkatan kasus positif Covid-19 ini, Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Wangaya pun meningkat drastis.

Pada 13 Juni 2021 kemarin RSUD Wangaya hanya merawat 3 pasien positif Covid-19.

Namun perhari ini sudah merawat sebanyak 19 orang pasien positif Covid-19.

“Sudah naik drastis, sekarang 32 persen dari 58 bed yang tersedia di sana, sudah 19 orang yang dirawat di sana,” katanya.

(Tribunnews.com/Taufik Ismail | TribunBali.com/Putu Supartika)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Taman dan Tempat Wisata di Zona Merah Ditutup, Zona Lainnya Dibuka 25 Persen