Berita Karangasem

Pemandu Dorong Jalur Pendakian Gunung Agung Dibuka

Kondisi Gunung Agung saat diabadikan, Minggu (17/9/2017).

Selama itu para pemandu tak mendapat peerkerjaan. Sebagian pemandu terpksa menjadi buruh di sawah, dan menganggur.

Apalagi ekonomi saat ini sulit  akibat merebak penyebaran COVID 19 di Indonesia scara umum. 

Baca juga: DPRD Karangasem Dorong Pemda Karangasem Bangun Portal Pengawasan di Perbatasan

"Banyak pemandu yang mengeluh dengan kondisi ini. Sudah hampir 4 tahun lebih para pemandu tak kerja. Mengandalkan jadi buruh petani di sawah. Makanya kita berharap pemerintah segera membuka pendakian ke Gunung Agung. Apalagi dekati Agustus,"akui Mangku Kayun.

Sesuai Pos Pengamatan PVMBG, status Gunung Agung beerada di Level II (waspada) dengan beberapa rekomendasi.

Di antaranya masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, serta wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan aktivitas di zona bahaya 2 kilo dari kawah.

Baca juga: Empat Pasien Covid-19 di Karangasem Meninggal Dunia

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan  yang dapat terjadi trutama saat musim hujan.

Potensi bisa trjadi jika ada material terpapar di puncak. (*)

Berita lainnya di Berita Karangasem