Kabar Seleb

SELAMAT Jalan Maestro Keroncong Bali, Ayah Krisdayanti Meninggal Dunia, Ini Profil & Sosok Trenggono

Editor: Kambali
Kolase Tribun Bali: Trenggono dalam sebuah acara di Bentara Budaya Bali.

Katanya, berpuluh tahun lalu, pihak pemerintah, khususnya TVRI selalu mengadakan pemilihan bintang radio.

Masyarakat mengapresiasinya dengan serius dan sungguh-sungguh.

Baca juga: Terpisah, Krisdayanti Lebaran di Jakarta, Raul Lemos di Timor Leste

"Mereka juga mensosialisasikannya dengan baik, sehingga banyak peminat," imbuhnya.

Bagi Trenggono, bahasa dalam lirik lagu-lagu keroncong sederhana dan dalam.

Tema-tema yang dikisahkan pun biasanya tentang keindahan dan kepedulian lingkungan.

"Itu yang membuat saya masih suka sampai sekarang. Sebenarnya juga bisa menjadi terapi pengobatan," paparnya.

Saat SMA, sekitar tahun 1960-an, Trenggono masih mencoba berbagai aliran musik, seperti lagu-lagu hiburan yang bernuansa pop.

"Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya saya memilih keroncong," paparnya.

Belakangan Trenggono-pun merasa perlu untuk bergabung dengan kawan-kawan sesama pecinta keroncong agar bisa tetap menyalurkan kecintaannya pada seni musik itu.

"Ya, biar saya tidak bengong saja di rumah," katanya sembari bergurau.

Baca juga: Krisdayanti Sebut Atta Dan Aurel Darah Muda yang Mudah Sensitif Bila Disenggol Berita

Halaman
1234