Corona di Indonesia

545 Orang Dokter Meninggal karena Covid-19, Fasilitas Kesehatan Terancam Kolaps

Editor: DionDBPutra
Ilustrasi. Para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanangan para pasien yang terinfeksi virus corona sudah banyak yang gugur.

Provinsi ini diketahui sebagai salah satu wilayah yang menyumbang kenaikan kasus tertinggi di RI.

Setelah Jatim, dokter yang meninggal tercatat paling banyak terjadi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, dokter yang wafat paling banyak laki-laki yakni 84 persen dan perempuan 16 persen.

”[Untuk spesialiasi dokter yang wafat] masih paling banyak dokter umum, diikuti spesialis kandungan, penyakit dalam, dokter bedah, dan anestesi. Memang pneumonologi tidak sebanyak yang lain tapi tetap menempati 7 besar,” terang dia.

IDI turut mencatat data per 18 Juli 2021 ada 7.392 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan 445 perawat telah meninggal.

Selanjutnya ada 42 apoteker yang terjangkit Covid-19, 223 bidan, dan 25 tenaga laboratorium yang juga terjangkit virus Corona.

Mahesa menerangkan kondisi para dokter saat ini terus dipantau oleh IDI. Sebab mereka adalah tulang punggung dari penanganan corona.

Saat ini, ia mengakui apabila banyak nakes yang tak berujung fatal karena sudah divaksinasi.

Tetapi ia menekankan, lonjakan kasus corona yang terus menerus bisa menyebabkan kelelahan akut dan berujung membuat nakes tumbang, termasuk dokter.

”Jadi kami sudah berikan pedoman, cuma memang meski sudah divaksinasi suntikan kedua, lonjakan pasien yang cukup tinggi menyebabkan overwork yang kami khawatirkan tentu akan menimbulkan burn out. [Ini] yang menyebabkan imun nakes menurun walaupun memang di Kudus dan beberapa tempat memang membuktikan efektivitas vaksin karena tidak terlalu banyak [yang gugur]. Namun dengan lonjakan terus menerus, tentu imun nakes turun atau mengalami permasalahan,” tambahnya.

Halaman
1234