Amerika Serikat Kembali Mencekam Karena Covid-19 Varian Delta

Ilustrasi genom virus corona

Cepatnya penularan varian Delta menjadi ancaman bagi banyak negara, termasuk negara-negara maju.

Salah satu negara maju yang kini bergulat dengan deraan varian Delta adalah Amerika Serikat.

Dalam 30 hari terakhir, jumlah rata-rata kasus baru harian Covid-19 di AS meningkat tiga kali lipat.

Berdasarkan catatan Reuters, pada hari Minggu tercatat ada 32.136 kasus baru.

Saat ini, jumlah rata-rata pasien yang perlu dirawat di rumah sakit juga meningkat 21 persen atau sekitar 19.000 pasien. Pekan lalu, angka kematian pun naik 25 persen, menjadi rata-rata 250 kematian per hari.

Ilene Risk, seorang epidemiolog di Salt Lake County, Utah, mengatakan, 90 persen kasus baru disebabkan oleh varian Delta.

Untuk menghambat penularan, sejumlah negara bagian dan pemerintah di kota-kota besar, salah satunya Los Angeles, meminta warga untuk kembali mengenakan masker.

American Academy of Pediatrics pada Senin (19/7/2021) atau Selasa (20/7/2021) juga mengeluarkan rekomendasi terbaru untuk sekolah-sekolah di AS, salah satunya tentang pemakaian masker untuk semua orang di atas usia 2 tahun.

Selain masker, vaksinasi juga menjadi perhatian penting. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar Senin, Wali Kota New York City Bill de Blasio mengatakan, ia akan melipatgandakan upaya vaksinasi.

Pemerintah meminta dukungan dari para dokter dan pemuka agama untuk membujuk warga yang memenuhi syarat untuk mau divaksin.

Halaman
1234