Corona di Indonesia

PMI: Plasma Konvalesen Baik untuk Pasien Bergejala Sedang

Editor: DionDBPutra
Staf menunjukkan stok darah plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Kamis 27 Mei 2021. RSUP Sanglah meminta pada penyintas Covid-19 agar bersedia mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19.

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kepala Bidang UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Dokter Linda Lukitari Waseso menjelaskan pemberian plasma konvalesen (PK) kepada pasien memiliki waktu terbaik atau golden time.

Linda Lukitari Waseso mengatakan, pemberian PK pada pasien Covid-19 sebaiknya digunakan sebelum pasien bergejala sedang.

Dalam kondisi ini, lanjutnya, antibodi dalam plasma tersebut akan membantu melawan virus.

Baca juga: Angka Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Sekda Bali Dorong Donor Plasma Konvalesen Makin Digencarkan

Baca juga: Inisiator Plasma Konvalesen dr Theresia, Donor Plasma Konvalesen Boleh Dua Kali Sebulan

“Kita berikan secara umum itu pada 14 hari pertama. Secara khusus, waktunya adalah di minggu pertama demam atau 72 jam pertama sejak sesak napas timbul. Ini adalah golden periode pemberian plasma," ujar Linda saat memberikan keterangan pers hari Rabu 21 Juli 2021.

Linda menegaskan PK masuk dalam buku saku Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menjadi bagian terapi alternatif atau penunjang.

Ia menambahkan, pemberian PK tidak bisa memperbaiki organ yang sudah rusak akibat virus Covid-19.

Namun, PK akan membantu menyerang virus Covid-19 pada pasien yang memperoleh donor.

Konvalesen berarti sembuh atau pulih, sehingga plasma konvalesen Covid-19 berarti plasma yang sembuh karena Covid-19.

Oleh karena itu orang yang berhasil sembuh dari Covid-19 biasa disebut survival atau penyintas Covid-19. Dan di dalam plasma konvalesen penyintas covid-19 terdapat titer antibodi.

Berdasarkan buku pedoman BPOM atau protokol dari BPOM, dr Linda menyebut titer yang mencukupi untuk dilakukan donor yaitu 1 banding 160 (1:160).

Halaman
12