Lawan Covid19

Booster Vaksin Diberikan kepada Para Tenaga Kesehatan, Dokter Reisa Jelaskan Urgensinya

Editor: Wema Satya Dinata
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Brotoasmoro

TRIBUN-BALI.COM - Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Brotoasmoro menyatakan penambahan dosis vaksin ketiga atau biasa disebut booster vaksin di Indonesia baru hanya diberikan kepada para tenaga kesehatan (Nakes).

Dokter Reisa pun menjelaskan urgensi booster vaksin bagi para Nakes.

Ia mengatakan Indonesia masih harus mengejar target vaksinasi untuk memastikan penyebaran vaksin dapat dinikmati berbagai kalangan rakyat Indonesia.

Misalnya saja vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) yang ternyata masih ada 80 persen dari 21,5 juta lansia yang belum divaksin.

Baca juga: Vaksinasi Booster Dosis Ketiga untuk Nakes Dimulai Pakai Vaksin Moderna

“Masih 80 persen kaum lansia yang belum divaksin, artinya masih lebih dari 17 juta orang tua yang belum divaksin. Dan masih ada ratusan juta orang yang belum divaksin,” kata Reisa saat memberi siaran pers PPKM, Jumat 23 Juli 2021.

Dokter Reisa mengatakan Indonesia masih harus mengejar kekebalan kelompok atau herd immunity untuk melindungi seluruh lapisan rakyat Indonesia.

Sehingga booster baru akan diberikan kepada tenaga kesehatan.

Tenaga Kesehatan perlu mendapatkan booster vaksin karena peningkatan kasus Covid-19 di bulan Juni dan Juli, sehingga perlu segera dilakukan perlindungan sesegera mungkin dengan vaksin tambahan.

Sekiranya ada 560.000 kasus aktif di Indonesia saat ini, itu setara dengan setengah penduduk kota Jakarta Pusat.

Tenaga kesehatan kewalahan dan kelelahan, bahkan hingga terpapar virus corona yang menyebabkan kematian.

Halaman
12