Berita Denpasar

UPDATE: Wayan S Diringkus Polisi Setelah Terekam CCTV Bawa Pedang, Barang Bukti Sempat Disembunyikan

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Wema Satya Dinata
Terlihat rumah markas debt collector di Jalan Gunung Patuha VII, Banjar Sanga Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat yang merupakan tempat awal kasus pembunuhan Gede Budiarsana (34)

"Jadi motif nya adalah kasus finance antara debitur dan kreditur, dimana ada kemacetan dalam pembayaran angsuran, kemudian oleh pihak finance menyuruh oknum-oknum tertentu untuk bisa membantu mereka menarik. Nah ini salah menurut hukum," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Sabtu 24 Juli 2021.

Ia pun menegaskan, jika ada pihak finance yang terlibat dalam hal ini maka Jansen memastikan agar yang bersangkutan ikut diproses sesuai Undang-Undang Fidusia.

"Termasuk pihak finance juga kita akan proses, karena sesuai sesuai dengan undang-undang Fidusia ada ketentuannya.

Apabila menarik atau wanprestasi disana itu harus melalui putusan pengadilan, tidak boleh main sita-sita," terangnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menambahkan kejadian terkait finance seperti ini bisa menjadi yang terakhir.

Jika masih ditemukan, dipastikan pihaknya akan mengambil tindakan tegas, agar kejadian seperti yang terjadi di wilayah Desa Tegal Harum, Denpasar Barat tidak terulang lagi.

"Apabila ada kejadian seperti ini, ada tunggakan dari yang melakukan kredit motor atau mobil dan lain sebagainya, tidak boleh asal main tarik, jadi harus sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Baca juga: Pembunuhan di Jalan Subur Denpasar, 5 Tersangka Menyerahkan Diri dan Siap Mempertanggungjawabkan

"Antara lain, harus ada keputusan pengadilan selama itu tidak ada berarti itu dianggap tindakan kriminal dan finance akan kita proses," tutup Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Singgung Premanisme

Sebelumnya diberitakan Tribun Bali, isu premanisme atau yang kerap diidentikkan dengan kelompok atau oknum ormas kembali menyeruak dan menjadi perbincangan publik Bali.

Halaman
1234