Berita Badung

Sekelompok Pemuda ‘Yellow Garden Organik’ di Abiansemal Badung Olah Sampah Jadi Pupuk dan BBM

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yellow Garden Organik terkait saat melakukan pengolahan sampah yang berlokasi Banjar Tegalkuning, Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal Badung pada 13 September 2021

Untuk pupuk akunya akan kembali diserahkan ke warga sekitar untuk digunakan di beberapa lahan pertanian.

 Hanya saja pupuk itu dibayar setelah para petani panen.

"Sebenarnya kami menghasilkan tiga pupuk, pertama pupuk alami organik, serta ada pupuk yang di campur dengan kotoran ayam dan kambing," katanya

Disinggung mengenai konsep pengelolaan sampah sendiri, Sika Arnawa mengatakan sebenarnya semua tujuannya agar lingkungan warga bersih.

Baca juga: Ditangani 5 Jaksa Kejari Badung, Kasus Zaenal Tayeb Akan Disidangkan Perdana pada 16 September 2021

Selain itu ada kesadaran akan generasi muda dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Jadi sampahnya ini kami beli. Terutama sampah plastik ini kami beli, dari masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tidak seenaknya membuang sampah plastik itu," ucapnya.

Dirinya mengaku sampah warga di beli dengan harga Rp 2.000 /kg.

Sampah yang dibeli pun campur mulai dari organik maupun non organik.

Hal itu dilakukan untuk merubah pola pikir masyarakat, sehingga tidak membuang sampah tidak membuang sampah sembarangan.

"Kami mengecek seminggu sampah, bahkan satu jenis sampah seperti botol itu satu minggu yang kami olah bisa 1 ton. Termasuk juga kardus maupun yang lainnya.

Halaman
123