Corona di Indonesia

Cara Aplikasi PeduliLindungi Bisa Mendeteksi Orang Positif Covid-19

Pengunjung Level 21 Mall saat melakukan check-in barcode aplikasi PeduliLindungi didampingi Satgas COVID-19 mall, di mall setempat, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis 9 September 2021. Bagaimana PeduliLindungi bisa mendeteksi orang yang positif Covid-19?

TRIBUN-BALI.COM – Mulai hari ini, masuk supermarket wajib menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Sebelumnya diberitakan, ada 3.830 orang positif Covid-19 yang masih beraktivitas di tempat umum.

Bagaimana PeduliLindungi bisa mendeteksi orang yang positif Covid-19?

Kementerian Kesehatan membeberkan cara kerja aplikasi PeduliLindungi sehingga bisa mendeteksi ada 3.830 orang positif Covid-19 yang beraktivitas di tempat-tempat umum.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi terkoneksi dengan data New All Record (NAR) yang menampung data hasil swab test atau tes usap dari berbagai tempat.

"Jika seseorang test swab, hasilnya akan diinput ke dalam NAR, data NAR akan masuk ke PL (PeduliLindungi) karena sudah terhubung," kata Widyawati saat dihubungi, Senin 13 September 2021.

Widyawati mengatakan, tidak semua tempat swab test hasil tesnya akan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi.

"(Hanya) yang masuk dalam NAR," ujar dia.

Baca juga: Mulai Hari Ini 14 September 2021 Masuk Kantor Polisi di Jembrana Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Dikutip dari situs litbang.kemkes.go.id, ada 835 laboratorium jejaring pemeriksa Covid-19 yang menginput data ke NAR dalam 3 minggu terakhir.

Sementara, dalam rapat dengan Komisi IX DPR pada Senin ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa orang-orang yang positif Covid-19 akan memiliki status warna hitam dalam aplikasi PeduliLindungi miliknya.

Halaman
12