Berita Bali

Dulu Made Seniati Sering Terima Orderan dari Luar Negeri, Kini Patungnya Dihinggapi Kabang-kabang

Made Seniati membersihkan patung-patung di tempat usahanya di Singapadu, Sukawati, Gianyar, Senin 20 September 2021. Omzet penjualan patung mengalami penurunan hingga 90 persen akibat pandemi yang berkepanjangan.

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menghantam perekonomian Bali yang bertumpu pada industri turisme.

Para seniman atau perajin-penjual produk kesenian di Bali juga turut kena imbasnya.

Seperti dialami Made Seniati yang memiliki usaha penjualan patung di Singapadu, Gianyar, Bali.

Patung-patung yang dijual Seniati biasanya diminati oleh turis-turis mancanegara.

Setahun lebih sudah dan pandemi tak kunjung berakhir, patung-patung yang dijualnya sampai dihinggapi kabang-kabang atau debu, karena tak kunjung terjual.

Seniati sudah memproduksi patung batu sejak 1996.

Namun, baru kali ini atau saat pandemi inilah menurutnya paling menghajar sumber penghasilannya.

Wanita paruh baya ini menceritakan, sebelum Covid-19 mewabah, patung batu yang paling banyak diminati adalah Budha, Ganesha, atau relief bunga. 

"Saya memproduksi patung dirumah langsung. Sesuai orderan produks nya. Patungnya macam-macam sesuai permintaan customer.

Halaman
12