Berita Bali
Dulu Made Seniati Sering Terima Orderan dari Luar Negeri, Kini Patungnya Dihinggapi Kabang-kabang
Dulu Made Seniati Sering Terima Orderan dari Luar Negeri, Kini Patungnya Dihinggapi Kabang-kabang
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menghantam perekonomian Bali yang bertumpu pada industri turisme.
Para seniman atau perajin-penjual produk kesenian di Bali juga turut kena imbasnya.
Seperti dialami Made Seniati yang memiliki usaha penjualan patung di Singapadu, Gianyar, Bali.
Patung-patung yang dijual Seniati biasanya diminati oleh turis-turis mancanegara.
Setahun lebih sudah dan pandemi tak kunjung berakhir, patung-patung yang dijualnya sampai dihinggapi kabang-kabang atau debu, karena tak kunjung terjual.
Seniati sudah memproduksi patung batu sejak 1996.
Namun, baru kali ini atau saat pandemi inilah menurutnya paling menghajar sumber penghasilannya.
Wanita paruh baya ini menceritakan, sebelum Covid-19 mewabah, patung batu yang paling banyak diminati adalah Budha, Ganesha, atau relief bunga.
"Saya memproduksi patung dirumah langsung. Sesuai orderan produks nya. Patungnya macam-macam sesuai permintaan customer.
Contohnya kalau dulu sebelum pandemi kebanyakan bule maunya patung Budha, Ganesha. Kalau orang lokal jenis pewayangan seperti patung Brahma, Wisnu untuk di pura-pura dan tempat suci," katanya ketika ditemui di tokonya di Singapadu, Gianyar pada, Senin (20 September 2021).
Dijelaskan, produk patung yang dijualnya memang lebih menyasar turis-turis mancanegara.
Tak heran jika dulu, sebelum pandemi, ia mendapat pesanan patung dari benua Eropa hingga Amerika.
"Lebih banyak turis dulu yang beli. Penurunannya hingga 90 persen omsetnya karena pandemi. Kalau dulu sampai ekspor ke luar negeri seperti ke Jerman, Amerika, Perancis, dan Jepang. Semenjak pandemi stop semua dan orang lokal saja yang beli," tandasnya.
Terkait harga, patung batu yang ditawarkannya mulai dari Rp10 ribu untuk patung batu berukuran kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penjual-patung-di-singapadu-gianyar-bali.jpg)