Corona di Indonesia

Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 di Indonesia Diprediksi Terjadi Desember 2021

Editor: DionDBPutra
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Menurut Wiku, lonjakan yang umumnya terjadi di Indonesia ini tak serempak dengan lonjakan yang ada di dunia secara umum.

Biasanya lonjakan terjadi seusai perayaan hari raya yang membuat mobilitas masyarakat meningkat karen ada tradisi berkumpul.

”Umumnya peluang lonjakan dapat meningkat saat libur panjang dan pelaksanaan kegiatan besar masyarakat di dalam negeri. Walau ada gelombang baru di negara lain, kita perlu memperhatikan ancaman lonjakan kasus dalam negeri akibat faktor yang khas di temukan di Indonesia," ungkap Wiku.

"Misalnya tradisi berkumpul dan bepergian saat hari raya yang sering membuat masyarakat abai terhadap protokol kesehatan," sambungnya.

Prediksi mungkin saja sudah dilakukan. Namun hal tersebut harus jadi antisipasi agar tak muncul lonjakan baru yaitu dengan tetap menjaga dan memperkuat penanganan pandemi yang selama ini telah dilakukan.

”Perlu diingat potensi kenaikan kasus dapat dihindari apabila kita tidak mengendurkan pelaksanaan kebijakan berlapis seperti akselerasi vaksinasi, pengendalian mobilitas dalam dan luar ngeri, pengendalian aktivitas masyarakat, dan menggalakkan upaya 3T dan 3M," ujar Wiku.

Kemungkinan terjadinya gelombang ketiga sebelumnya juga dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Martim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin 20 September 2021.

Luhut mengatakan Presiden Joko Widodo sudah meminta para menteri di kabinetnya untuk berhati-hati dan mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di tanah air.

"Kami di kabinet juga sudah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang baru ke depan," kata Luhut.

Menurutnya, kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling atau ketika kasus sedang rendah. Hal ini berdasarkan salah satu studi ilmiah yang berjudul

Halaman
1234