Berita Denpasar

Edarkan Uang Palsu Jutaan Rupiah, Kapolsek Densel: Hanya Bermodal Rp 250 Ribu Dia Perdaya Korban

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: M. Firdian Sani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kasus peredaran uang palsu di Denpasar.

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wilhelmina Tanggela diamankan pihak kepolisian Polsek Denpasar Selatan (Densel) lantaran mengedarkan uang palsu saat berbelanja di warung dan pasar.

Perempuan berusia 32 tahun yang tinggal di Jalan Raya Pemogan, Gang Batas Pondok Bambu, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Nekat melakukan aksinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya bermodal Rp 250.000 untuk membeli uang palsu pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000.

Bahkan Wilhelmina Tanggela berhasil memperdaya beberapa warga atau pedagang yang berjualan di sekitar tempat tinggalnya.

Menurut AKP I Gede Sudyatmaja, SH, MH selaku Kapolsek Denpasar Selatan menerangkan uang palsu di dapatkan tersangka dari transaksi online.

Belanja di Warung Pakai Uang Palsu, IRT di Denpasar Diamankan Polisi

Merasa tergiur dengan cara tersebut, tersangka bahkan telah beberapa kali melakukan pembelian uang palsu selama beberapa bulan terakhir ini.

"Pelaku mengakui memesan uang palsu lewat online sebanyak 3 kali. Pertama di bulan Juni 2021, lalu di bulan Agustus 2021 dan bulan September 2021," ujar AKP I Gede Sudyatmaja dikonfirmasi terpisah, Minggu 10 Oktober 2021.

Lebih lanjut dalam keterangan Kapolsek Densel, pada bulan pertama tersangka melakukan transaksi uang palsu sebanyak 40 lembar pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 sebanyak 10 lembar.

Di bulan Agustus 2021, tersangka kembali melakukan transaksi uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 60 lembar dan pada bulan September 2021 sebanyak 65 lembar pecahan Rp 50.000.

Halaman
12