Berita Nasional

Cegah Persaingan Tak Sehat Ekonomi Digital, Kementerian Perdagangan Siapkan Aturan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi UMKM - Cegah Persaingan Tak Sehat Ekonomi Digital, Kementerian Perdagangan Siapkan Aturan

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan aturan terkait penataan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Aturan itu akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan nomor 50 tahun 2021 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam PMSE.

"Pemerintah perlu menyusun aturan main yang jelas dengan memaksimalkan potensi serta mengatasi permasalahan yang ada, guna menciptakan iklim berusaha e-commerce yang sehat, adil, dan bermanfaat," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Oke Nurwan, Selasa 12 Oktober 2021.

Oke Nurwan mengatakan, PMSE saat ini memungkinkan celah terjadinya persaingan tidak sehat.

Baca juga: DYouth Festival 2021 di Denpasar, Libatkan 1000 Merchat UMKM, Festival untuk Anak Muda

Hal itu disebut dapat mengancam pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia.

Selain itu, saat ini kehadiran perdagangan online juga mulai mengganggu perdagangan offline.

Sehingga beleid terbaru nantinya akan memberikan kewajiban yang sama antara pelaku PMSE dengan pedagang luring.

"Harus melindungi pedagang dalam negeri khususnya UMKM dan konsumen Indonesia," ujar Oke.

Pemanfaatan PMSE oleh pelaku UMKM di Indonesia memang mengalami peningkatan.

Namun, pemanfaatan tersebut didominasi oleh UMKM yang berbasis pada perdagangan bukan produsen.

"Ada juga indikasi praktik perdagangan tidak sehat yang dilakukan oleh pelaku usaha baik dalam maupun luar negeri, terutama yang kita perhatikan yang dari luar negeri yang disinyalir melakukan penjualan dengan harga yang sangat murah dan upaya untuk menguasai pasar di Indonesia," jelas Oke. (kontan)

Baca juga: Upaya Bangkitkan UMKM di Bali, Yassona Launching Aplikasi Perseroan Perorangan