Berita Bali

ANALISIS BMKG Soal Udara Gerah dan Panas di Bali, Warga: Menyengat Banget, Sampai Mandi 3 Kali

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - ANALISIS BMKG Soal Udara Gerah dan Panas di Bali, Warga: Menyengat Banget, Sampai Mandi 3 Kali

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa hari terakhir, suhu di Bali meningkat hingga membuat udara lebih gerah.

Siang hari yang panas dan gerah terutama dirasakan oleh warga di Denpasar dan Badung.

Bahkan, ada juga yang mengaku mandi sampai 3 kali dalam sehari karena merasa saking gerahnya.

"Panas dan gerah banget. Saya sampai mandi 3 kali karena saking gerahnya," kata Kadek Diatmika, seorang warga di Kuta Selatan, Jumat 22 Oktober 2021.

"Ya panas banget. Kemarin ke bank naik motor, panasnya menyengat," kata Citra Parameswari, seorang karyawan swasta di Pemogan, Denpasar.

Lantas, apa penyebab udara di Bali terasa lebih panas?

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar membeberkan sejumlah fakta terkait udara panas di Bali.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto menjelaskan, posisi semu tahunan matahari saat ini berada di Belahan Bumi Selatan (BBS).

Baca juga: BBMKG III Denpasar Beberkan Fakta Dibalik Udara Panas di Bali, Berhubungan Posisi Semu Matahari

"Akibatnya daerah yang terletak di sebelah selatan Equator, termasuk Bali dan Nusa Tenggara mendapatkan intensitas penyinaran matahari yang tinggi dan suhu udara meningkat," kata Dwi saat dikonfirmasi Tribun Bali.

Halaman
123