Bank Indonesia Catatkan Penjualan Eceran Terkontraksi Sebesar -3,18 Persen pada Triwulan III

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bank Indonesia catatkan penjualan eceran pada triwulan III 2021 terkontraksi sebesar -3,18 persen.

Nilai itu sedikit lebih dalam dari nasional yang terkontraksi sebesar 2,28 persen.

Penurunan terbesar adalah untuk komoditas barang budaya dan rekreasi seperti pakaian. 

Terdapat data penurunan berdasarkan kategori yakni barang budaya dan rekreasi -18,5 persen, suku cadang dan aksesori -16,1 persen, peralatan informasi dan komunikasi 18,5 persen, makanan dan minuman dan tembakau -5,7 persen.

Baca juga: Daftar Bank yang Akan Menerapkan Tarif Rp 2.500 untuk Transaksi Transfer Antar Bank

“Penjualan eceran juga menggambarkan situasi yang sama (menurun). Kalau kita lihat survei penjualan eceran (SPE) triwulan III, itu khusus Bali, di Denpasar, itu menunjukkan angka negatif secara quarter to quarter (qtq) maupun secara year on year (yoy),” ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, Senin (25 Oktober 2021). 

Selama masa PPKM darurat di Bulan Juli 2021, omzet pedagang pengecer turun 48,32 persen sementara omzet pedagang besar turun 21,94 persen.

Yang mana, sebelum PPKM dikisarkan dari pendapatan sebesar Rp1,7 juta turun 48,32 persen atau senilai Rp900 ribu untuk omzet pedagang pengecer selama PPKM darurat.

Baca juga: Penyaluran Bansos Kemensos Terkendala pada Bank, Klungkung Ganti Bank Himbara Penyalur

Sedangkan omzet pedagang besar, dari kisaran Rp 130 juta, turun 21,94 persen atau senilai Rp100 juta selama PPKM darurat.

Di samping itu, volume penjualan di level pedagang besar juga mengalami penurunan dibandingkan Juni 2021.

Halaman
12