Berita Bali

Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali, Begini Kata Menparekraf Sandiaga Uno

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar kegiatan weekly press briefing bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno

"Berdasarkan monitoring evaluasi pembukaan Bali di minggu kedua, ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah seperti penyempurnaan regulasi terkait entry point bandara di Bali dan Kepri. Lalu sinkronisasi data hotel karantina yang dimiliki oleh Kemenkes, Kantor Kesehatan Pelabuhan Bali, dan Bali Tourism Board," jelasnya.

Selain itu juga akan dilakukan pembahasan kembali dengan Kemenkomarves asuransi dan Keputusan Satgas Nomor 15 Tahun 2021 yang menyatakan wisatawan tidak diperbolehkan keluar kamar atau villa yang ditunjuk.

Australia dalam waktu dekat akan mencabut larangan untuk warganya bepergian ke luar negeri, bagaimana Kemenparekraf menyikapinya?

Sandiaga Uno mengatakan saat ini Australia masih belum masuk dalam daftar 19 negara yang dibolehkan ke Indonesia, namun dengan positivity rate sebesar 1,3 persen dan 58 persen penduduk Australia tervaksin penuh, serta ada demand yang cukup besar, Australia memiliki peluang untuk dapat diizinkan masuk ke Indonesia.

"Sudah diusulkan (Australia masuk daftar tambahan) untuk next batch, komunikasi pun sudah dilakukan dengan aviasi dan kedutaan Austraslia tentang kemungkinan pembukaan untuk wisatawan mancanegara dari Australia," ungkap Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga: Hotel dan Restoran Belum Pekerjakan Pegawai, Menparekraf Sandiaga Undang 19 Dubes Negara Uni Eropa

Kesepakatan ini akan segera dibahas dan diputuskan dalam rapat bersama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Satgas COVID-19, Kementarian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian dan Lembaga Lainnya.

"BPS mencatat pada 2019 kunjungan wisman asal Austalia mencapai 1.386.803 dengan rata-rata spending per visit mencapai 1.900 dolar AS.

Selain itu, total seats penerbangan dari Australia ke Indonesia mencapai 42.579 perminggu dan frekuensi penerbangan mencapai 199 per-minggu. Hal ini menunjukkan bahwa pasar Australia sangat potensial," papar Menparekraf.

Lebih lanjut, ia menyampaikan berbagai produk wisata yang dinilai menarik bagi wisatawan mancanegara untuk berlibur ke Bali akan disiapkan terutama yang didominasi oleh eco-tourism (trekking, rice terrace walk, dan aktivitas di taman nasional Bali Barat), natural culture heritage (belajar menari, aktivitas gastronomi, jelajah arsitektural), adventure (surfing, menyelam, bersepada), dan wellness (spa, yoga, spiritual healing, meditasi).

Pemerintah akan mengevaluasi secara berkala negara yang diizinkan masuk ke indonesia via Bali dan Kep. Riau.

Halaman
123