Berita Bali

Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Masih Stabil

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (25/10/2021).

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Per tanggal 24 Oktober 2021 kemarin, syarat perjalanan pengguna moda transportasi udara wajib menunjukkan hasil negatif test RT-PCR mulai efektif diberlakukan.

Tak terkecuali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, namun mobilitas masyarakat menggunakan transportasi udara tidak terpengaruh oleh ketentuan tersebut.

Hal ini terlihat dari data Lalu Lintas Jalur Udara (LLJU) periode kemarin menunjukkan angka yang masih stabil.

"Tanggal 24 kemarin itu untuk trafik penumpang sebenarnya relatif sama dengan hari minggu, minggu sebelumnya.

Baca juga: Biaya Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 300 Ribu dan Berlaku 3X24 Jam, Luhut Soroti Mobilitas di Bali

Jadi kedatangan kemarin itu sekitar 6 ribuan penumpang, kemudian untuk keberangkatan itu sekitar 10 ribuan penumpang," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Senin (25 Oktober 2021).

Sehingga total trafik pergerakan penumpang domestik periode hari kemarin mencapai 16 ribu penumpang telah dilayani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Dan menurut Taufan, angka tersebut merupakan angka yang stabil dan wajar, sehingga belum terlihat adanya penurunan pergerakan penumpang.

"Jadi per kemarin sebenarnya kita belum bisa melihat terkait dengan dampak penggunaan PCR, karena memang kemarin itu angkanya relatif normal dan relatif wajar.

Biasanya hari minggu memang segitu, keberangkatan tinggi. Kita lihat beberapa hari kedepan ini bagaimana," ungkap Taufan.

Halaman
12