Berita Bali

Soal Polemik Wajib PCR pada Penerbangan Jawa-Bali, Gubernur Koster Akui Sudah Lobi Pemerintah Pusat

Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Bali Wayan Koster

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster akhirnya buka suara terkait polemik tes PCR sebagai syarat penerbangan masuk Jawa-Bali.

Bahkan, Koster mengaku telah melobi pemerintah pusat untuk melonggarkan persyaratan yang banyak ditentang oleh masyarakat.

Hanya saja, sampai saat ini ia mengakui permintaannya masih belum disetujui oleh pemerintah pusat.

Seperti diketahui, pemerintah pusat memperketat syarat dari dan ke Bali menggunakan transportasi udara.

Baca juga: Laporkan ke Menkes, Kariyasa Sebut Naiknya Harga Tes PCR di Bali Akibat Ulah Mafia Alat Kesehatan

Calon penumpang wajib melampirkan hasil tes negatif polymerase chain reaction (PCR) dalam jangka waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Pun begitu, Koster mengungkapkan jika syarat perjalanan udara dari dan ke Bali ini sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

Sebab, saat ini jumlah penerbangan terus meningkat dengan kapasitas 100 persen.

Sehingga, dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Jadi memang dilonggarkan dari berapa hal, tetapi juga diperketat untuk tetap bisa masuk ke Bali dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di Provinsi Bali,” jelasnya di hadapan para anggota dewan saat Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin 25 Oktober 2021.

Politikus yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengungkapkan jika penerapan kebijakan itu sendiri dilakukan pemerintah pusat sebagi bentuk perhatian serius kepada Bali agar pandemi Covid-19 di Bali tidak mengalami peningkatan.

Halaman
12