Berita Bali

Tol di Bali Percepat Alih Fungsi Lahan, Alit: Kita Tak Pernah Bicara Balas Jasa ke Lingkungan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Founder Cau Chocolates yang juga Wakil Ketua DPD HKTI Bali Bidang Inovasi Teknologi, Wayan Alit Arthawiguna - Tol di Bali Percepat, Alih Fungsi Lahan, Alit: Kita Tak Pernah Bicara Balas Jasa ke Lingkungan

“Kenapa tidak membuat konsep baru, bikin sebuah model bagaimana pemilik lahan yang kena gusur juga menjadi pemilik saham jalan tol tersebut. Jadi, mereka bisa bikin korporasi, bangun perusahaan yang menjadi mitra pemerintah, sehingga itu bisa menekan dampak dari alih fungsi lahan,” katanya.

“Jadi, mereka tidak hanya mendapat nilai ganti rugi lahannya, tapi juga punya modal dasar, dan juga mendapatkan pemasukan untuk keluarganya selama jalan tol tersebut menghasilkan,” imbuhnya.

Faktor lain yang membuat alih fungsi lahan terus terjadi adalah pembangunan hotel dan vila, sebut Alit.

Semestinya, menurut dia, tak perlu melakukan pembangunan hotel dan vila secara berkelanjutan.

Sebagai gantinya, bisa dimanfaatkan rumah penduduk sebagai fasilitas pariwisata.

“Kita bisa bangun semacam homestay dengan memanfaatkan rumah penduduk, sehingga itu akan menekan alih fungsi lahan,” jelasnya.

Alit menambahkan, selama ini sektor pertanian hanya bicara tentang hasil produksi.

Misalnya, 1 hektar lahan bisa hasilkan berapa ton komoditas.

Padahal, hasil produksi tidak bisa dipisahkan dari sumbangsih atau jasa lingkungan alam, yang itu sebetulnya bisa juga dimanfaatkan tanpa ada habisnya namun tanpa harus menjual lahan.

“Bagaimana view atau pemandangan subak bisa kita jual tanpa alih fungsi lahan. Jasa lingkungan ini juga termasuk bagaimana linkungan menghasilkan oksigen. Selama ini, kita hanya bicara tentang bagaimana satu hektar bisa memberi hasil sekian ton, itu saja yang dihitung. Petani tidak pernah menerima bayaran dari jasa lingkungan ini,” ungkapnya.

Halaman
1234