Berita Bali

Tol di Bali Percepat Alih Fungsi Lahan, Alit: Kita Tak Pernah Bicara Balas Jasa ke Lingkungan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Founder Cau Chocolates yang juga Wakil Ketua DPD HKTI Bali Bidang Inovasi Teknologi, Wayan Alit Arthawiguna - Tol di Bali Percepat, Alih Fungsi Lahan, Alit: Kita Tak Pernah Bicara Balas Jasa ke Lingkungan

Gede Sedana adalah salah-satu diantara calon yang dijaokan untuk ketua baru.

Musda kali ini akan digelar secara hybrid dengan peserta dari DPD HKTI, DPN HKTI yang dibentuk tahun 1973, DPC dari 9 kabupaten/kota, serta organisasi lain yang berkaitan dengan pertanian serta pimpinan Fakultas Pertanian se-Bali.

“Pemilihan ketua bisa dengan cara mufakat, kalau belum tercapai mufakat, barulah dilakukan voting,” katanya.

Ketua Dewan Penasehat DPD HKTI Bali yang juga Ketua Steering Committe, I Komang Gde Subudi mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi bagi yang ingin mencalonkan diri menjadi ketua HKTI Bali.

Petama, harus pernah menjadi ketua DPC atau DPD sekurang-kurangnya 5 tahun.

Kedua, didukung minimal oleh 1 DPC, dan maksimal berusia 57 tahun.

“Juga harus kredibel, punya fasilitas otoritas pelatihan, memiliki kemampuan manajerial, punya akses yang baik kepada pemangku kebijakan. Sebab, ke depan HKTI Bali tidak boleh hanya berteori saja, tapi harus konkret,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris HKTI Bali, Dewa Nyoman Sudita mengatakan, terakhir HKTI Bali melakukan Musda pada tahun 2016 lalu.

Dalam perjalanannya, organisasi ini menempatkan diri pada kondisi independen, dan tidak berafiliasi pada partai politik manapun.

Selama perjalanannya, HKTI Bali telah melakukan berbagai kegiatan advokasi kepada petani terkait permasalahan yang dihadapi, dan menjembataninya dengan para pemangku kepentingan terkait.

HKTI juga mengadakan pelatihan bidang agrobisnis dan setiap tahun, HKTI Bali melakukan penghijauan.(*).

Kumpulan Artikel Bali