Berita Bali

Aliansi Hindu Nusantara Demo Tolak Mahasabha XII PHDI, Ajik Long Harapkan Kedamaian Hindu

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aksi damai Aliansi Hindu Nusantara di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Kota Denpasar, Bali, Senin 25 Oktober 2021.

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Demo penolakan terhadap sampradaya kembali terjadi. Kali ini oleh Aliansi Hindu Nusantara, sebagai representasi umat Hindu di Indonesia yang terdiri dari beberapa organisasi. 

Diantaranya adalah DPP Amukti Palapa Nusantara (APN), Baladika Angungah Santi, Brahmastra, Kaula Nindihin Bali, Keluarga Ajik Aura, Laskar Bali Santi, Latengiu, Pedukuhan Budhaireng

Pesraman Kayu Manis, PGN Cakra Taksu Bali, Poros Muda Kemanusiaan, Pura Dalem Balangan, Puri Kesiman, Sandhi Murti, Swastika Bali, Team Hukum Nusa Bali, Warih Satara.

Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Yayasan Bima Sakti, Yayasan Dharma Murti Jembrana, Giri Tohlangkir, serta dekornas Puskor Hindunesia, Dekorwil Hindunesia.

Baca juga: Aliansi Hindu Nusantara Gelar Aksi Damai Menolak Mahasabha XII PHDI

Demo dilakukan karena organisasi-organisasi ini merasa terpanggil untuk menjaga ajaran leluhur Nusantara dari pengaruh ajaran oleh kelompok sampradaya asing, seperti Hare Krisna, Sai Baba, dan lain sebagainya. 

Sehingga dirasa perlu ada gerakan menolak sampradaya asing tersebut, dalam upaya menjaga warisan leluhur dan sebagai bagian Hindu Bali atau Nusantara.

Apalagi menurut organisasi ini, orang-orang sampradaya sampai saat ini masih bercokol di bumi Nusantara, khususnya dalam tubuh lembaga Hindu seperti PHDI. 

Maka momen pembersihan dan pemurnian PHDI menjadi bagian tangga perjuangan yang harus didukung.

Sebab selama ini ternyata ditenggarai PHDI Pusat peridoe masa jabatan 2016 – 2021 merupakan tempat dimana dianggap terjadi pemahaman akan Hindu Bali/Nusantara yang keliru, dan cenderung menyesatkan umat. 

Halaman
123