Berita Bali

Munas IAI Digelar di Badung Bali, Akan Hadirkan Kuliner Bali Lewat ‘Warung Bali’

Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Konferensi pers jelang digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Dynasty, Kuta, Badung

Ketua Organising Comitee, Nova Kristina menambahkan acara munas ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh anggota IAI di seluruh Indonesia.

Sementara untuk pelaksanaan offline sebanyak 300 orang yang merupakan perwakilan dari 34 provinsi.

Peserta yang tiba di hotel akan langsung menjalani rapid antigen, dilanjutkan dengan scan barcode PeduliLindungi.

Untuk tanggal 27 Oktober akan dimulai dengan acara debat kandidat ketua umum yang dimulai pukul 14.00 Wita.

Pada tanggal 28 Oktober digelar rapat kerja nasional dan pembukaan Munas.

Baca juga: Tahapan Munas Berakhir, Ketua Umum KADIN Indonesia Siap Gelar Pelantikan Pengurus

Baca juga: Waspada Lonjakan Covid-19 Tak Terbendung, Munas Kadin di Zona Merah

“Di sini kami mau tampilkan makanan Bali yang autentik dengan tema warung Bali. Dibuat seperti warung, dan kami sudah minta agar ada rujak kuah pindang, juga tipat cantok yang diulek di tempat,” katanya.

Dan pada tanggal 29 Oktober digelar acara puncak Munas, dan malam IAI Award.

“Selain itu, dari arahan Pak Gubernur Bali, peserta juga diminta untuk ‘karantina’ di lokasi acara. Dianjurkan jangan kemana-mana dulu untuk meminimalkan kontak dengan banyak orang, agar kalau terjadi apa-apa penanganannya lebih mudah,” katanya.

Sekjen IAI, Ariko Andikabina menambahkan, selama ini AIA hanya dikenal hanya sebagai tukang gambar.

Padahal arsitek merupakan penggagas dan gagasan tersebut yang diterjemahkan ke dalam bentuk gambar.

“Bagaimana arsitek menerjemahkan hal abstrak menjadi nyata lewat gambar,” katanya.

Sehingga lewat Munas ini diharapkan akan ada paradigma baru tentang keberadaan arsitek di Indonesia. (*)