Berita Bali

Terkait Dugaan Gratifikasi & TPPU, Eks Sekda Buleleng Diperiksa sebagai Tersangka di Rutan Kerobokan

Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dewa Ketut Puspaka (baju batik) saat diminta keterangan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Bali beberapa waktu lalu.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali kembali memeriksa eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Puspaka di Rumah Tahanan (Rutan) Kerobokan.

Puspaka diperiksa sebagai tersangka dugaan gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara, Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih.

Juga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penerimaan tersebut.

Disinyalir tersangka menerima uang gratifikasi senilai Rp 16 miliar.

Baca juga: Mantan Sekda Buleleng Ditahan, Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU

Terkait pemeriksaan Puspaka oleh penyidik Kejati Bali di Rutan Kerobokan dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejati Bali, A Luga Harlianto.

"Ya, penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka DKP di Rutan Kerobokan. Karena pandemi jadinya penyidik yang datang langsung ke rutan memeriksa tersangka DKP," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu, 27 Oktober 2021.

Luga menjelaskan, ada 26 pertanyaan yang dilontarkan penyidik ke tersangka.

Pun dari pemeriksaan itu, tersangka didampingi tim penasihat hukumnya.

"Dari pemeriksaan itu, nanti penyidik akan menyatakan apakah sudah cukup keterangan dari tersangka atau akan ada pemeriksaan tambahan atau hal lain untuk memenuhi pemberkasan," tutur mantan Kacabjari Nusa Penida, Klungkung ini.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Kejati Bali melakukan penahanan tersangka Puspaka Senin, 18 Oktober 2021.

Halaman
12