Berita Bali

Dishub Kaji Pengetatan di Pintu Masuk Bali untuk Kurangi Mobilitas saat Libur Nataru

Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali, IGW Samsi Gunarta

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Munculnya varian baru virus Covid-19 yakni Omicron membuat pemerintah pusat melakukan pengetatan berbagai pintu masuk Indonesia, termasuk Bali.

Pengetatan tersebut dilakukan untuk para pelaku perjalanan perjalanan luar negeri ke Indonesia khususnya dari negara-negara penyebaran varian baru tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai langkah mencegah penularan varian varian Omicron.

Bahkan, jelang liburan akhir tahun Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah juga bakal menetapkan PPKM Level 3 sebagai upaya mencegah lonjakan Covid-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Baca juga: RSD Mangusada Antisipasi Varian Baru Covid-19 asal Afrika Selatan Omicron yang Menular Lebih Cepat

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bali, IGW Samsi Gunarta mengaku pihaknya masih menunggu peraturan dari pemerintah pusat terkait berbagai kebijakan tersebut.

Pun begitu, ia menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai kajian dan persiapan terkait pengetatan di titik-titik pintu masuk Pulau Bali, baik laut maupun udara.

“Kita masih menunggu (PPKM) level 3 ini terlaksana seperti apa. Karena terus terang  kita antisipasi soal 24 Desember sampai 2 Januari itu. Nah, kami mempersiapkan juga dengan koordinasi operasi dari masing-masing titik pintu masuk Bali agar clear. Karena itu memag tugasnya kami supaya jika level 3 harus juga kita ikuti,” jelas dia Selasa 30 November 2021.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa untuk PPKM Level 3 pada liburan akhir tahun nanti pihaknya akan menyebut kemungkinan akan ada pembatasan di titik-titik pintu masuk Pulau Bali saja dari pelabuhan-pelabuhan hingga bandara.

“Karena ini kan khusus, tidak sesuatu yang level 3 tidak seperti sebelumnya. Intinya kami mengurus  pergerakan mobilitas,  sementara kemungkinan ada pembatasan di pintu masuk. Semua pintu masuk Bali, ya kalau urusan provinsi kan pintu masuk Bali. Seperti bandara, penyeberangan Benoa dan celukan bawang. Namun SE khusus kita tunggu dari kementerian,” tegas Samsi.

Terkait apakah ada pendekatan di berbagai pintu masuk kabupaten/kota, Samsi menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukannya secara masif.

Halaman
12