Berita Bali

Buntut Bentrokan Mahasiswa Papua dengan PGN, Kabid Humas: Ada Dumas Diterima di Polda Bali

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bentrokan antara massa AMP Bali dengan PGN di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar pada Rabu 1 Desember 2021.

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, SH menyebutkan ada pihak yang sudah membuat pengaduan masyarakat (Dumas) dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali buntut dari bentrokan antar dua kelompok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali dengan Patriot Garuda Nusantara (PGN) serta KERIS (Kesatuan Republik Indonesia) Bali.

"Ada Dumas yang sudah diterima di SPKT Polda Bali dari Ormas KERIS Bali," ujar Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi Tribun Bali mengenai laporan dari pihak yang merasa dirugikan dari gesekan tersebut.

Syamsi menuturkan, ada satu korban luka dari pihak organisasi masyarakat akibat bentrokan unjuk rasa mahasiswa Papua tersebut.

"Betul tadi pagi ada unras dari mahasiswa papua. Ada korban 1 orang dari anggota ormas KERIS Bali sedangkan untuk kerugian materil nihil," ujarnya.

Baca juga: PPKM Saat Nataru Belum Final, Dir Intelkam Polda Bali Berpesan Waspada Hoaks

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang dikabarkan terluka akibat bentrokan yang pecah antara massa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan Organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) di depan Casa Bunga Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar pada Rabu 1 Desember 2021.

AMP sedianya mengadakan aksi unjuk rasa dalam rangka Memperingati 60 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat dengan tuntutan mencabut perpanjangan Otonomi Khusus jilid II.

Ketua Aksi AMP Bali, Yesaya menjelaskan, bahwa pihaknya menggelar demo meminta kemerdekaan Papua barat, menentukan nasib sendiri sebagai solusi paling demokratis, hingga mengusut pelanggar HAM di Papua Barat.

Ia mengaku sudah bersurat ke Polda Bali dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali.

Namun saat dalam perjalanan menuju ke titik kegiatan mereka dihadang.

Halaman
1234