Berita Buleleng

Penganiayaan di Pegayaman Buleleng Diduga Dipicu Masalah Iming-Iming Kerjaan, Dua Pelaku Masih Buron

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi saat melakukan olah TKP di rumah milik Ibrohim di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng.

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Hampir sebulan sudah polisi memburu dua pelaku penganiayaan dan pencurian, yang menimpa Ibrohim (52) warga asal Banjar Dinas Amertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Dua pelaku masing-masing berinisial J itu hingga Kamis 29 September 2022 tak kunjung berhasil tertangkap. 


Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya menyebut, penyidik meyakini kedua terduga pelaku itu masih bersembunyi di Desa Pegayaman.

Sehingga pencarian masih fokus dilakukan di desa tersebut.

Baca juga: DUA PELAKU Pencurian dan Penganiayaan di Desa Pegayaman Masih Diburu

Hal inilah yang menyebabkan penyidik belum mengambil keputusan untuk menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). 


Disinggung terkait kendala yang dialami hingga kedua pelaku itu tak kunjung berhasil ditangkap, AKP Sumarjaya menyebut para pelaku diduga berpindah-pindah tempat persembunyian.

"Mereka masih sembunyi di wilayah Pegayaman. Belum ada info keluar dari sana. Kendalanya penyidik belum memperoleh informasi yang pasti. Sebelumnya dapat info terkait keberadaan korban, tapi setelah dicek tidak ada, " terangnya.


Terpisah, Kapolsek Sukasada Kompol Agus Dwi Wirawan mengungkapkan modus penganiayaan ini dilakukan oleh dua pelaku lantaran kesal dengan  Ibrohim.

Baca juga: Kampung Muslim di Bali, Tanah Angker Pegayaman, Cerita Dalem Solo Beri Hadiah Gajah ke Panji Sakti

Sebab Ibrohim sempat menjanjikan keduanya untuk bekerja di proyek pembangunan Turyapada Tower Komunikasi Bali Smarts (KBS) 6.0 Kerthi Bali milik Pemprov Bali di desa setempat. 


"Kedua pelaku ini masih memiliki hubungan saudara dengan korban. Karena tak kunjung diberi pekerjaan, mereka mencari korban ke rumah."

"Kemudian sempat cekcok hingga terjadi perkelahian yang membuat korban terluka. Membawa sajam ke mana-mana itu memang sudah tradisi warga di desa itu, " ungkap Kapolsek Wirawan. 


Sementara terkait pencurian ponsel milik anak Ibrohim, Kompol Wirawan menyebut ponsel tersebut tidak diambil paksa oleh pelaku.

Anak korban mulanya memang meminjamkan ponsel tersebut mengingat kedua pelaku memiliki hubungan keluarga. Namun saat perkelahian terjadi, kedua pelaku kabur sekaligus membawa ponsel milik anak korban. 


"Jadi kasus ini bukan perampokan. Kami masih berusaha memburu pelaku. Kami sedang melakukan pendekatan dengan orangtua pelaku," singkatnya mantan Kapolsek Banjar ini. 

Halaman
12