Berita Buleleng

Kakak Beradik di Buleleng, Bali Setubuhi dan Lakukan Pelecehan Kepada Anak Dibawah Umur

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pelecehan seksual - Kakak beradik di Buleleng, Bali setubuhi dan lakukan pelecehan seksual kepada anak dibawah umur.

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Meski berdalih suka sama suka, seorang pria asal Kecamatan Seririt berinisial KD (20)  kini harus berurusan dengan polisi.

Pasalnya, KD diduga nekat menyetubuhi pacarnya yang masih dibawah umur. Bahkan adik KD, berinisial KA (19) juga ikut mencabuli korban. 

KBO Sat Reskrim Polres Buleleng, Ipda Made Anayasa didampingi Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya pada Senin (21 November 2022) mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Minggu (13 November 2022) lalu, namun baru dilaporkan oleh orangtua korban di Mapolres Buleleng pada Senin (14 November 2022).

Dimana korban yang berstatus sebagai pelajar SMA berusia 16 tahun, mulanya datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.

Kemudian dijemput oleh KD dan dibawa ke rumahnya. Setibanya di rumah, KD mengajak korban untuk masuk ke dalam kamar, hingga terjadilah kasus persetubuhan tersebut. 

Usai melakukan hubungan intim, KD kemudian keluar karena ditugaskan oleh orangtuanya untuk berjualan.

Sehingga korban ditinggal sendirian di rumah. Apesnya, saat korban tengah sendirian di rumah, KA yang merupakan adik dari KD tiba-tiba melakukan bujuk rayu terhadap korban.

Hingga akhirnya KA berhasil mencabuli korban, dengan mencium sejumlah bagian tubuh korban. 

Baca juga: Prihatin Kasus Pelecehan Kerap Timpa Perempuan, Monolog Drupadi Siap Dipentaskan di Fest Bali Jani

Hingga beberapa jam kemudian,  KD mengantar korban pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, orangtua korban dibuat terkejut saat melihat bagian leher buah hatinya berwarna merah.

Setelah diinterogasi, korban akhirnya menceritakan segala perbuatan yang telah dilalukan oleh kakak beradik itu kepada dirinya. 

"Menurut pengakuan korban dia baru beberapa bulan pacaran dengan KD.  Persetubuhan ini juga diakui baru satu kali dilakukan, namun demikian masih kami dalami apakah benar hanya satu kali atau lebih dari itu. Dari hasil pemeriksaan KD menyetubuhi korban, sedangkan adiknya berinisial KA hanya mencabuli, tidak menyetubuhi," kata Ipda Anayasa. 

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Setelah menerima laporan pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga mengambil tindakan visum terhadap korban.

Dari penyelidikan itu akhirnya polisi menemukan cukup bukti, hingga dilakukan upaya paksa untuk menangkap KD dan KA pada  Selasa (15 November 2022).

"Karena perbuatan yang dilakukan KD dan KA berbeda-beda, pasal yang disangkakan pun tentu akan berbeda juga. Korban saat ini dalam pendampingan psikolog. Sementara kedua pelaku sudah ditahan di Rutan Polres Buleleng," tandasnya. (rtu)

Berita Terkini