Berita Bali

Akan Dihadapkan Resesi Global, Ini Alasan Apindo Keberatan Upah Minimum Provinsi Bali Naik 7 Persen

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi gaji - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali keberatan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali Tahun 2023 yang akan mengalami kenaikan 7,81 persen

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali keberatan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali Tahun 2023 yang akan mengalami kenaikan sekitar 7,81 persen atau setara dengan Rp 196.701 jika dirupiahkan.

Perhitungan UMP tersebut didapat dari Permenaker Nomor 18 tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum  Provinsi (UMP) Tahun 2023. 

Ketika dikonfirmasi, Ketua DPP Apindo Bali Nengah Nurlaba mengatakan pada Tanggal 14 November 2022 lalu sudah dibahas di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali dengan Dewan Pengupahan, untuk memakai PP 36 Tahun 2021 terkait perhitungan UMP di Bali. 

“Lalu akhirnya Tanggal 24 November niki (ini) kembali diturunkan oleh Permenaker, yaitu Permenaker Nomor 18 Tahun 2022, ini dari Apindo juga memang ada instruksi dari Apindo kalau memakai Permenaker Nomor 18 nike (itu) Apindo tidak setuju,” jelasnya pada, Jumat 25 November 2022. 

Buntut keberatan pada naiknya UMP hingga 7 persen lebih tersebut, membuat Apindo tidak menandatangi hasil UMP.

Namun, Nurlaba mengatakan pihaknya tetap menghormati apa yang telah diputuskan oleh Pemerintah.

Namun ia tetap mengikuti arahan Apindo pusat agar tetap menyerukan untuk penetapan UMP tetap memakai PP 36 Tahun 2021. 

“Kalau dibilang keberatan, seperti apa yang dikatakan pemerintah, ataupun badan perekonomian dunia, di Tahun 2023 yang mana diperkirakan perekonomian ini baik di Indonesia maupun global itu kena suatu kesulitan seperti Resesi Global,” imbuhnya. 

Baca juga: TOK! Upah Minimum Tahun 2023 Resmi Naik Maksimal 10 Persen, Jangan Bingung, Begini Cara Hitungnya

Ia pun mengambil contoh yakni pada perusahaan Mitra Prodin yang jumlah tenaga kerjanya lebih dari 6 ribu orang kini telah dirumahkan sebesar 50 persen karena kegiatan ekspor pada Mitra Prodin baik ekspor ke Eropa maupun ke Amerika itu turun hingga 50 persen.

"Ini satu contohlah, tapi mudah-mudahan tahun 2023 ini tidak ada apa yang diprediksi. Ini alasan dari Apindo," tandasnya. 

Sebelumnya pada tanggal 14 November lalu sudah diputuskan oleh Dewan Pengupahan Provinsi kenaikan UMP di Bali hanya sebanyak 3,38 persen atau jika dirupiahkan sejumlah kurang lebih Rp. 2,6 Juta.

Namun saat ini naik menjadi 7,81 persen dan jika dirupiahkan menjadi Rp. 2,7 juta. 

“Harapan kami tentunya apa yang sudah merupakan ukuran atau undang-undang itu yang dijadikan pedoman. Karena bagi dunia usaha, harus ada kepastian itu,” tutupnya. (*) 

Berita Terkini