Berita Denpasar

INO FAIR di Bali Tunjukkan Peran Kemenperin Cetak SDM Andal di Industri Kreatif Digital

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peserta binaan BDI Denpasar menampilkan karyanya untuk dijual di Kantor BDI Denpasar, pada Jumat 25 November 2022.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Perindustrian terus berperan dalam upaya mempercepat pengembangan ekosistem industri digital.

Hal ini sesuai program prioritas pemerintah yang tertuang pada peta jalan Making Indonesia 4.0 sekaligus mengimplementasikan salah satu pilar Presidensi G20 Indonesia, yakni transformasi ekonomi digital.

Seperti melalui gelaran INO FAIR Bali 2022 yang merupakan serangkaian kegiatan festival digital kreatif, di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, pada Jumat 25 November 2022.

Pameran ini di dalamnya berisi agenda seminar, workshop, talkshow, kompetisi, serta pameran digital kreatif dari berbagai startup yang ada di Bali. 

Di dalam INO FAIR menampilkan puluhan produk-produk karya anak bangsa dari karya berbasis teknologi digital hingga berbentuk kerajinan.

Kegiatan ini berlangsung pada pada 25-26 November 2022 di BDI Denpasar.

"Dalam kegiatan INO FAIR Bali 2022 ini ditampilkan pameran produk digital kreatif, talkshow terkait entrepreneurship, seminar Start to be a Game Developer and a Professional Illustrator, workshop animasi, game, video editing, voice over dan craft, kemudian ada kompetisi e-sport, serta launching Innoverse," kata Kepala BDI Denpasar, Ali Khomaini saat dijumpai Tribun Bali di sela acara.

Ali menjelaskan, Innoverse adalah metaverse yang berfokus untuk menghadirkan ekosistem inovasi dalam bentuk dunia virtual. 

“Innoverse bertujuan untuk memberikan akses yang sama bagi siapapun di Indonesia untuk dapat belajar, berinteraksi, dan berkolaborasi dalam membangun inovasinya," ujarnya. 

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh BDI Denpasar ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, kalangan pendidikan, dunia usaha serta komunitas masyarakat untuk menghasilkan inovasi- inovasi atau populer disebut dengan pendekatan model Quadruple Helix. 

“Diharapkan kegiatan INO FAIR Bali 2022 ini akan membangkitkan kembali ekosistem industri khususnya industri kreatif di Bali untuk melahirkan berbagai wujud inovasi yang dibutuhkan oleh pasar," ujar Ali

"Selain itu, kegiatan ini mampu menginisiasi lahirnya talent-talent muda kreatif yang berdaya saing saing," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan mewakili Menteri Perindustrian pada pembukaan Ino Fair Bali 2022 menjelaskan, bahwa Indonesia perlu mengoptimalkan berbagai peluang di sektor ekonomi kreatif digital. 

"Apalagi saat ini eranya industri 4.0, karena bisa menjadi potensi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," kata Arus Gunawan.

Halaman
12

Berita Terkini