Berita Denpasar

Ary Wijaya Manfaatkan Teknologi untuk Kolaborasikan Musik Tradisional Bali dengan Musik Barat

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

I Wayan Ary Wijaya saat tampil di Penggak Men Mersi, Jalan WR Supratman Denpasar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- I Wayan Ary Wijaya (46), seorang seniman musik asal Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Denpasar mencoba mengkolaborasikan musik tradisional Bali dengan musik barat.

Dalam hal tersebut ia memanfaatkan teknologi dengan software khusus.

Sosok Ary Wijaya pendiri Palawara Music Company ini pun menjadi pengisi musik untuk backsound Pesta Kesenian Bali (PKB), Bali Jani, hingga Wonderfull Indonesia.

Ary melakukan eksperimen ini sejak tahun 1998 dan baru rampung tahun 2005.

Hal ini berawal saat ia kuliah di ISI Denpasar namun dirinya memiliki keterbatasan alat untuk membuat komposisi musik.

Ia pun kemudian merekam suara gamelan satu persatu dan dijadikannya sampling atau semacam template.

“Jaman itu sulit mencari software untuk menyimpan sampling yang saya buat. Setiap ke luar Bali saya selalu datang ke tempat penjualan software,” kata Ary Wijaya saat diwawancarai usai tampil di Penggak Men Mersi, Jalan WR Supratman Denpasar.

Setelah itu, untuk menyempurnakan garapannya, ia pun masuk ke dapur rekaman dengan menjadi soundman, bergabung ke dalam band, dengan membawa misi pengembangan projek yang ia buat.

Selain belajar banyak hal dari sana, hasil kerjanya juga digunakannya untuk membeli software.

Dan akhirnya, tahun 2005 projeknya tersebut pun rampung dan ia berhasil membuat sebuah gamelan gong kebyar dengan menggunakan template gamelan yang ia rekam dan diolah memanfaatkan software.

Selain itu, ia juga membuat gamelan baleganjur termasuk gender dengan teknologi.

“Saat saya memulai pernah ada yang bilang, kenapa berambisi buat seperti itu, karena sudah banyak dibuat oleh orang barat. Saya tidak puas, karena yang dibuat barat hanya polifoni saja seperti nada di HP, tidak bernyawa seperti musik khas Bali,” paparnya.

Setelah itu, kemudian dirinya menggabungkan musik Bali dengan berbagai musik barat seperti musik rock, blues dan sejenisnya.

Hingga tahun 2010, ia mulai bisa menjual projek yang dibuatnya tersebut.

Halaman
12

Berita Terkini