Berita Tabanan

Sepekan Berlaku di Tabanan, Bali, 80 Pelanggar Per Hari Terekam ETLE

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi kamera ETLE - ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) sudah sepekan berlaku di Tabanan, Satlantas Polres Tabanan mencatat ada sekitar 80 pelanggaran per hari.

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), sudah sepekan ini diberlakukan di Tabanan.

Dari seminggu belakangan Satlantas Polres Tabanan mencatat bahwa ada sekitar 80 pelanggaran per hari yang terekam.

Hal ini disampaikan Kasatlantas Polres Tabanan, AKP M Kanisius Pranata, Senin 28 November 2022.

“Dari yang terekam dan yang akan diverifikasi sekitar 80 pelanggaran per harinya,” ucapnya.

Verifikasi sendiri, sambungnya, akan dilakukan oleh Ditlantas Polda Bali.

Dimana itu mulai melakukan verifikasi Plat nomor kendaraan, data-data pemilik kendaraan dan jenis pelanggaran lalu lintasnya.

Nah, untuk 80-an pelanggaran itu misalnya saja membawa motor tapi tidak pakai helm, atau dibonceng tidak pakai helm.

“Tapi karena proses verifikasi dilakukan terpusat di Polda Bali, kami tidak bisa memastikan berapa rata-rata jumlah pelanggar lalu lintas yang menerima surat pemberitahuan,” ungkapnya.

Menurut dia, untuk informasi yang diterima bahwa untuk sehari di Bali bisa 300-an surat pemberitahuan dikirimkan.

Baca juga: Tilang Elektronik di Badung Berlaku 24 November 2022, Polres Gunakan Kamera HP untuk Rekam ETLE

Tapi itu untuk seluruh Bali. Dan sistem di Tabanan masih menggunakan empat unit ETLE Mobile. Sehingga dalam sehari rata-rata hanya terekam 80 pelanggaran.

Ketika sudah ada stasioner (ETLE statis), bisa jadi jumlah rata-rata dalam sehari bisa lebih dari itu.

“Saat ini ETLE statis masih dalam pembangunan. Kemungkinan akan efektif Desember 2022,” jelasnya.

Kanisius menambahkan, nantinya untuk ETLE statis itu dalam proses dibangun misalnya di simpang Kediri (Bypass Ir Soekarno-Jalan Ngurah Rai, Gerogak (Bypass Ir Soekarno-Jalan Mawar), simpang Jalan Pahlawan, dan simpang DPRD Tabanan (di Jalan Gatot Subroto).

Pihaknya juga mengimbau supaya pemilik rental untuk menginstal aplikasi ETLE Nasional di ponsel.

“Aplikasi itu berguna untuk memastikan apakah kendaraan milik masyarakat pernah terekam karena pelanggaran lalu lintas, mengkonfirmasi pelanggaran ETLE, informasi terkait tahapan proses penindakan pelanggaran ETLE telah dikonfirmasi, dan pemberitahuan proses penindakan pelanggaran ETLE yang sedang berproses,” bebernya. (ang).

Berita Terkini