Berita Bangli

Staf Desa di Bangli, Bali Minta Diakomodir Dalam Rekrutmen Kaur Desa

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota DPRD Bangli, Satria Yuda. Satria Yuda ungkap belum lama ini pihaknya menerima aspirasi dari para staf desa, agar diakomodir dalam rekrutmen Kaur Desa.

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Aturan rekrutmen Kaur Desa yang sebelumnya untuk umum, kini sedang dirancang untuk dilakukan perubahan.

Dalam perubahan tersebut nantinya para staf desa yang telah lama mengabdi, bisa ikut dalam rekrutmen.

Walaupun usianya lebih dari 42 tahun. 

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Bangli Satria Yuda.

Kata dia, belum lama ini pihaknya menerima aspirasi dari para staf desa, agar diakomodir dalam rekrutmen Kaur Desa.

Menurutnya banyak kemudahan yang bisa diperoleh ketika staf desa bisa diangkat menjadi kaur.

Salah satunya dari sisi pengalaman, kata Satria Yuda, staf desa yang diangkat menjadi kaur tentu sudah memahami pekerjaannya dan apa yang harusnya dilakukan.

"Intinya pelayanan ke masyarakat ini akan lebih dimudahkan dengan kita mengakomodir staf-staf desa yang sudah lama mengabdi," ujarnya Senin 28 November 2022.

Satria Yuda menegaskan dalam hal ini pihaknya tidak bermaksud membatasi masyarakat umum yang mau ikut rekrutmen sebagai kaur desa.

Baca juga: Baru Dua Hari Operasi Zebra, Hampir 100 Pengendara Kena Teguran Satlantas Polres Bangli

Apa yang dilakukan pihaknya ini adalah memberi kesempatan dan penghargaan bagi para staf desa yang telah lama mengabdi, agar diakomodir dalam rekrutmen Kaur Desa.

"Dengan demikian nantinya dalam rekrutmen Kaur Desa ada dua jalur. Yakni umum dan pengabdian," jelasnya. 

Menurut politisi asal Banjar Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini, ada peluang agar pengabdian staf desa bisa diakomodir dalam rekrutmen kaur desa.

Sebab dalam Perda Bangli No. 3 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa belum ada mengatur tentang pengabdian.

Dalam perda tersebut syarat pengangkatan perangkat desa ada dua, yakni syarat umum dan syarat khusus.

Pada persyaratan umum diantaranya berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat; berusia 20 (dua puluh) tahun sampai dengan 42 (empat puluh dua) tahun; terdaftar sebagai penduduk desa dan bertempat tinggal di desa paling kurang 1 (satu) tahun sebelum pendaftaran; dan memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi.

"Sedangkan persyaratan khusus adalah persyaratan yang bersifat khusus dengan memperhatikan hak asal usul dan nilai sosial budaya masyarakat setempat. Sehingga ada peluang pengabdian ini masuk dalam syarat khusus. Walaupun misalnya dari syarat umur sudah lewat (lebih dari 42 tahun)," ujarnya.

Tindak lanjut dari itu, Satria Yuda mengaku pihaknya sudah mengadakan rapat awal dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Bagian Hukum, serta Tata Pemerintahan Setda Bangli.

Hasilnya, nanti PMD agar mengajukan perubahan Perda 3 tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

"Tentunya nanti akan ada pembahasan-pembahasan lebih lanjut sebelum disetujui," tandasnya. (mer)

Berita Terkini