Berita Badung

PHRI Badung Akui Ada Kekhawatiran Wisatawan Batal ke Bali karena KUHP Perzinahan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya. PHRI Badung Akui Ada Kekhawatiran Wisatawan Batal ke Bali karena RKUHP Perzinahan

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Setelah ditetapkannya RUU KUHP sebagai UU KUHP memang ada kekhawatiran wisatawan datang ke Bali.

Bahkan kabarnya, beberapa turis Australia batal ke Bali dan juga ribuan penerbangan Perth ke Bali telah dibatalkan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kabupaten Badung pun mengakui pasti ada kekhawatiran akan hal tersebut.

Baca juga: WiFi GRATIS! Tak Ada Pembatasan Lagi, 987 Titik di Badung Bisa Digunakan 24 Jam

Kendati demikian pihaknya mengaku perlu dilakukan sosialisasi terkait UU KUHP yang di dalamnya berisikan Pasal 415 tentang perzinahan dan UU KUHP Pasal 416 tentang hidup bersama sebagai suami-istri di luar perkawinan atau kohabitasi (kumpul kebo).

"Kekhawatiran pasti ada, nah itu sebabnya kita harus memberikan informasi yang jelas. Sehingga wisatawan yang datang ke Indonesia tau apa maksud UU yang kita buat," ujarnya Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya Kamis 8 Desember 2022.

Baca juga: BREAKING NEWS: Penemuan Mayat di Bendungan Panglan Badung, Terdapat Luka Akibat Benturan

Pihaknya mengaku terkait dengan UU KUHP tersebut, banyak yang salah paham. Diakui UU KUHP tersebut merupakan delik aduan, artinya jika ada yang melaporkan baru diproses. 

"Misalnya ada yang mengajak pacarnya liburan ke Bali, namun orang tua salah satu dari wisatawan  yang melaporkan itu yang ditindaklanjuti," tegasnya.

Pihaknya mengatakan, selama tidak ada yang melapor saja, pihaknya mengaku tidak akan ada masalah.

Baca juga: Atur Lalin Saat Kendaraan Banyak Antre di SPBU, Sat Lantas Polres Badung Turunkan Personil

Dijelaskan tidak semua yang statusnya belum sah bisa diketahui. Bahkan pihak hotel tidak mungkin menanyakan hubungan wisatawan, mengingat sebuah privasi.

"Jadi meski mereka berzina, jika tidak ada yang melaporkan itu tidak akan jadi perkara," ucapnya

Disinggung mengenai kebenaran pembatalan turis Australia ke Bali, pihaknya mengaku hal itu bisa terjadi karena informasi yang diterima tidak lengkap.

"Jadi bisa saja berdampak seperti itu (pembatalan -red), namun kita perlu mengklarifikasi hal itu," tegasnya.

Kendati demikian, sampai saat ini pihaknya mengaku belum ada wisatawan yang membatalkan bookingan hotel.

Bahkan saat ini jumlah wisatawan yang datang ke Bali juga lumayan banyak yakni mencapai 11.000 dalam sehari.

Baca juga: Jadwal SIM Keliling di Bali Hari Ini 7 Desember 2022, Badung di Craf Malboro Pukul 09.00-12.00 Wita

Halaman
12

Berita Terkini