Sampah di Bali
Sampah Kiriman di Kawasan Pantai di Badung Capai 50 Ton per Hari, Turun Dibanding Bulan Lalu
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Sampah plastik mulai "menyerbu" sejumlah pesisir di Badung, seperti Kedonganan.
Meski volume sampah kiriman yang terbawa angin muson barat dan menepi di sejumlah pantai di Kabupaten Badung mulai menurun.
Namun kini sampah jenis kayu tersebut digantikan dengan sampah plastik.
Berdasarkan data yang dihimpun Kamis (12/3/2026), total sampah yang masuk ke stop over atau tempat penampungan sementara selama sepekan terakhir mencapai 360 ton.
Baca juga: Ketua TP PKK Kecamatan Petang Bali Dilantik Rasniathi Adi Arnawa, Ajak Aktif Mengolah Sampah
Sampah tersebut berasal dari beberapa titik pantai, yakni Pantai Kedonganan sebanyak 282 ton, Pantai Jimbaran 54 ton, dan Pantai Kuta 24 ton.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, A.A Gede Agung Dalem, mengakui adanya penurunan volume sampah kiriman dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ini diperkirakan akan terus membaik seiring peralihan musim.
"Biasanya April baru biasanya mereda, kalau sekarang rata-rata per hari masih mencapai 50 ton, tapi kalau dibandingkan bulan Februari sekarang jauh lebih berkurang," ujarnya.
Baca juga: OLAH Sampah Jadi Energi Listrik! Bali & Pusat Matangkan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni
Meski mulai berkurang, petugas masih menemukan dominasi sampah plastik di sejumlah titik pantai.
Pantai Kedonganan menjadi lokasi dengan timbunan sampah paling banyak dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, puluhan truk sampah masih harus dikerahkan untuk mengangkut limbah yang terdampar di kawasan tersebut.
"Hari ini (kemarin -red) sampah plastik di Kedonganan dimana 29 truk terkumpul di STO Balawista Kedonganan," terangnya.
Baca juga: KOSTER Desak Kepala Desa dan Lurah se-Kota Denpasar Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber!
DLHK Badung hingga kini terus mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah yang terbawa arus laut dan terdampar di garis pantai.
Selain di pesisir, pembersihan juga difokuskan pada muara-muara sungai yang menjadi jalur masuk sampah menuju laut.
“Sampai saat ini masih kita lakukan pembersihan sampah yang hanyut di muara muara sungai ketika hujan kemarin," ungkapnya.
Perubahan Pola Kemunculan Sampah
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, A.A Gede Agung Dalem menambahkan, perubahan pola kemunculan sampah kiriman juga dipengaruhi oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Aliran sungai yang deras membawa berbagai jenis sampah ke laut, sebelum akhirnya terbawa arus dan menepi di kawasan Pantai Badung.
Fenomena ini bahkan menunjukkan perubahan siklus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika dulu sampah kiriman biasanya mulai muncul pada Desember, kini tumpukan sampah sudah lebih dulu terlihat di wilayah hulu pesisir.
"Kalau dulu-dulu kan Desember baru datang sampah kiriman, tapi sekarang rutin menepi di bagian hulu seperti Pantai Cemagi dan Berawa," tegasnya. (*)
Berita lainnya di Sampah di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/SAMPAH-PLASTIK-Kondisi-sampah-plastik-di-pantai-Kedonganan-Badung-pada-Kamis-123.jpg)