Kebakaran di Badung
Pasca Ledakan Trotoar di Darmasaba, Warga Khawatir karena Masih Tercium Bau BBM
Rasa cemas masih menyelimuti warga di Banjar Menesa, Darmasaba, Abiansemal, Badung, pasca ledakan trotoar yang telah terjadi hampir sepekan lalu.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Rasa cemas masih menyelimuti warga di Banjar Menesa, Darmasaba, Abiansemal, Badung, pasca ledakan trotoar yang telah terjadi hampir sepekan lalu.
Saat ini, aroma bensin yang terus tercium memicu kekhawatiran akan potensi kebakaran susulan.
Banyak warga menilai jika bencana itu terjadi akibat bocornya SPBU Darmasaba, hingga gasnya mengalir ke trotoar.
Ketika ada yang melempar puntung rokok, seketika trotoar yang tertutup meledak.
Baca juga: TRAGEDI Kebakaran di Kompleks Pertokoan di Klungkung, Asap Pekat Mengepul dari Dalam Ruko
Salah satu penjaga salon kecantikan yang berada tepat di samping SPBU Darmasaba, Sinta Natasya (23) menyebutkan jika sampai saat ini aroma bensin yang tercampur dengan aliran air di saluran drainase masih menyengat.
Hal ini pun dikhawatirkan bisa menimbulkan kebakaran susulan.
"Pasca kejadian, sempat aroma bensin tersebut hilang beberapa jam pada Selasa siang, namun sore harinya kembali muncul. Mungkin karena hujan aroma bensinnya hilang," ujarnya Rabu 22 April 2026.
Baca juga: 92 Kejadian Kebakaran di Denpasar Bali Sejak Januari 2026, Kerugian Capai Rp 4,2 Miliar
Diakui, aroma bensin yang menyengat itu diperparah setelah trotoar di depan lokasi usahanya itu rusak parah.
Dia pun berharap pihak terkait untuk segera memperbaikinya, karena dalam beberapa hari belakangan ini para pelanggannya menurun lantaran kondisi tersebut.
"Saya berharap secepatnya diperbaiki. Sangat menganggu dan membuat kami tidak bisa beraktivitas normal. Bahkan ada tempat usaha cukur rambut yang tutup karena khawatir terjadi kebakaran atau ledakan lagi," harapnya.
Diakui sejumlah pedagang yang berlokasi di pinggir jalan sebelumnya sudah curiga dengan aroma bensin yang menyengat. Kondisi itu terjadi sekitar seminggu sebelum ledakan.
"Dulu sudah ada bau sebelum ledakan, tapi tidak berfikir itu apa karena bocor. Namun kita menduga akibat aroma pengisian bahan bakar saja. Semua tidak menduga," imbuhnya.
Sementara I Wayan Budiarta yang merupakan Teknisi SPBU Darmasaba mengaku saat ini kasus tersebut sudah ditangani aparat kepolisian.
Pihaknya pun tidak berani memastikan apa itu bocor atau bagaimana, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan SPBU sementara tidak beroprasi.
"Pengecekan hari ini ada ketika ada aroma," ujarnya.
Dia mengaku menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian. Bahkan pihak pertamina juga terus mendalami penyebab terjadinya ledakan itu. " Ya saat ini masih tunggu hasil dari Kepolisian," imbuhnya. (*)
Berita lainnya di Kebakaran di Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kondisi-trotoar-di-Jalan-Darmasaba-56.jpg)