Berita Badung
Stok Sapi Melimpah, Disperpa Badung Pastikan Hewan Kurban Aman dan Sehat
Stok Sapi Melimpah, Disperpa Badung Pastikan Hewan Kurban Aman dan Sehat
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban, khususnya sapi. Hal ini dilakukan guna memastikan kesehatan ternak dan keamanan konsumsi daging bagi masyarakat.
Salah satu titik pengawasan utama dilakukan di Pasar Hewan Beringkit yang menjadi pusat aktivitas distribusi ternak antar-pulau di Bali.
Kepala Disperpa Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana mengatakan, pengawasan dilakukan secara intensif melalui pemeriksaan kesehatan hewan oleh Bidang Kesehatan Hewan untuk penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
Baca juga: Warga Jakarta Jadi Korban Penipuan Beli Villa di Buleleng, Terduga Pelaku Ternyata Sedang Ditahan
"Untuk pemeriksaan selama bulan Maret dan April 2026, kami telah mengeluarkan SKKH untuk 1.924 ekor sapi yang dikirim antar-pulau,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026
Menurutnya, SKKH tersebut menjadi syarat utama sebelum diproses lebih lanjut oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dalam penerbitan Sertifikat Veteriner (SV).
Baca juga: KUR Disalurkan Rp4,272 T Hingga April 2026, BRI Regional Office Denpasar Dorong UMKM Makin Produktif
Diakui berdasarkan proyeksi tahun sebelumnya, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Badung tahun ini diperkirakan mencapai 1.564 ekor, terdiri dari 435 ekor sapi dan 1.129 ekor kambing.
Meski permintaan diprediksi meningkat, Disperpa memastikan stok hewan kurban di Badung masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Saat ini populasi sapi di Kabupaten Badung tercatat mencapai 33.978 ekor, dengan 7.665 ekor di antaranya masuk kategori siap potong.
“Dengan kebutuhan Idul Adha hanya sekitar 435 ekor sapi, stok kami sangat mencukupi,” tegas AA Sukadana.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Disperpa Badung juga menyiapkan 184 petugas yang akan disebar di 62 titik pemeriksaan di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Tim gabungan itu terdiri dari petugas dinas terkait, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, serta dokter hewan mandiri dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia.
AA Sukadana menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan dalam dua tahap, yakni ante mortem atau pemeriksaan sebelum pemotongan dan post mortem setelah pemotongan dilakukan.
“Pemeriksaan ante mortem dimulai 26 Mei 2026, sedangkan post mortem dilaksanakan pada 27 hingga 29 Mei 2026,” imbuhnya. (*)
| 2 Paskibraka Badung Lolos Ke Nasional, Dwi Berlatih dari Ekstrakulikuler, Angelia Fokus Psikotes |
|
|---|
| KRONOLOGI LENGKAP! Dikira Bangkai Tikus, Ternyata Ditemukan Jenazah Membusuk di Jimbaran |
|
|---|
| Taman Kantor Bupati di Puspem Badung Dipermak, Pohon Palem Dipotong, Hingga Turunkan Alat Berat |
|
|---|
| Bazar Amal Banjar Teba Sari, Bupati Adi Arnawa Dorong Kebangkitan Pariwisata Kuta |
|
|---|
| Bidik Pasar India, Dispar Badung Ajak Travel Agent Rasakan Langsung Wisata Budaya Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-sapi-hitam-9633.jpg)