Banjir di Bali
Kisah Yuda Hadapi Banjir di Denpasar Bali, Pagar Rumah Roboh, Mobil Tenggelam, Evakuasi Bayi Mandiri
Ia berusaha segera mengevakuasi mandiri anggota keluarganya dengan menaiki tembok di seberang rumahnya.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga di sekitar Jl. Siulan Denpasar Timur, Bali, mulai membersihkan sisa-sisa lumpur dan puing-puing yang habis diterjang banjir kemarin.
Proses pembersihan ini pun turut dibantu anggota dari TNI-POLRI serta petugas kebersihan Pemkot Denpasar
Sisa-sisa barang yang hanyut terseret arus air pun masih berserakan di pinggir-pinggir Jl. Siulan, bahkan terlihat ada dua unit mobil tersangkut.
Menurut keterangan salah satu warga Jl. Siulan bernama Yuda, menuturkan bahwa air mulai naik pada Rabu 10 September 2025 dini hari, sekira pukul 02.00 WITA.
Baca juga: Pemkot Denpasar Bali Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Pasca Banjir Bandang
Tidak lebih dari satu jam, air semakin tinggi dengan arus yang cukup kuat.
Ia pun berusaha segera mengevakuasi mandiri anggota keluarganya dengan menaiki tembok di seberang rumahnya.
"Pukul 02.00 dini hari itu sudah mulai naik airnya, saya kira tidak sampai setinggi itu. Tau-tau pukul 03.00 sudah setinggi ini, ada bayi, kita naik tembok itu evakuasi bayi di sini. Ada bayi baru lahir," ungkap Yuda saat ditemui disela mencoba membersihkan mobil pribadi miliknya.
Di samping rumahnya terdapat kos-kosan yang juga turut diterjang banjir setinggi kurang lebih 3 meter karena hanya atap saja yang terlihat.
"Di sana ada kos-kosan lumayan curam agak turun (lokasi kosan) kalau ada air segini berarti kan 3 meter sampai di atap itu," imbuhnya.
Disinggung mobil miliknya apakah ikut terendam banjir?
Yuda membenarkannya, dan ia menilai harus dibawa ke bengkel dan turun mesin.
"Iya (mobil miliknya terendam) kayaknya ini turun mesin, tidak berani hidupin, kalau di hidupin takut konslet kemana-mana," ucapnya.
Sementara untuk mobil lain di depan pagar rumahnya merupakan mobil kiriman yang terseret arus terbawa hingga nyangkut di depan rumahnya.
"Kalau itu mobil kiriman di depan dari Siulan (arah Utara) sana. Itu sampai sekarang kita tidak tahu yang punya siapa belum ada yang nyari," jelasnya.
Saking derasnya arus air saat itu pagar besi rumahnya pun roboh dan hancur.
"Diterjang air pagarnya roboh karena dia diseret jadinya hancur gitu. Mobilnya ini kan diam di sini saja, ini sampai jebol pintu besi (pagar garasi rumahnya," kata Yuda.(*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Yuda-warga-Jl-Siulan-Tengah-membersihkan-mobil-miliknya.jpg)