Nataru di Bali
Thailand Lebih Ramai Turis Daripada Bali Jelang Nataru, The Nusa Dua Tetap Optimis
Nataru di Bali, tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Natal pemesanan kamar hotel mulai terlihat terjadi peningkatan
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), harusnya menjadi ladang panen dunia pariwisata, khususnya di Bali.
Beredar isu bahwa wisatawan asing (wisman) tahun ini lebih memilih Thailand daripada Bali untuk menghabiskan liburan akhir tahunnya.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menilai isu tersebut sebagai sebuah tantangan bagi pelaku pariwisata Bali.
"Kalau kami melihat itu sebagai challenge ya, karena memang secara statistik kita belum bisa bandingkan," kata Agus Dwiatmika, Jumat 19 Desember 2025, usai menghadiri apel kesiapan The Nusa Dua dalam menghadapi libur Nataru 2025/2026 di Peninsula Island.
Baca juga: KOSTER Prediksi 700 Ribu Wisatawan Selama Liburan Nataru di Bali, Badung Khawatir Kunjungan Menurun
Menurutnya, kalau melihat secara fisik, biasanya orang membandingkan, misalnya hari ini ramainya Bandara Ngurah Rai dengan Bandara Suvarnabhumi (salah satu bandara di Thailand).
Kalau dilihat dari beberapa kasus itu, terlihat lebih ramai di Suvarnabhumi dibandingkan Ngurah Rai.
"Mungkin memang ada beberapa hal yang kaitannya dengan bencana banjir, isu sampah hingga kemacetan dapat mempengaruhi persepsi dari wisatawan yang mungkin menganggap kita masih punya challenge," ujarnya.
Pihaknya tetap optimisis (kunjungan wisman ke Bali saat Nataru meningkat) karena Bali khususnya masih punya daya tarik tersebut, terutama wisatawan yang ke Nusa Dua sudah sering berkunjung ke Bali.
Jadi mereka sudah punya informasi yang lebih detail, apakah mereka perlu berangkat, atau apakah mereka akan tetap berlibur di Nusa Dua Bali.
Di mana target okupansi The Nusa Dua untuk di bulan Desember ini adalah sekitar 83 persen dan masih ada kurang lebih dua minggu lagi, semoga target ini bisa dicapai.
"Tentu saja ini (kunjungan wisman ke Bali) masih erat kaitannya dengan isu-isu yang memang tadi kami sebutkan, dan dengan cuaca juga ini menjadi tantangan buat pariwisata," ungkap Agus Dwiatmika.
Dari pengalaman tahun-tahun lalu biasanya menjelang Hari Raya Natal pemesanan kamar hotel mulai terlihat terjadi peningkatan sampai dengan Tahun Baru.
"Dan itu baru bisa kami ketahui biasanya mendekati tanggal-tanggal 25 Desember. Kalau kita bandingkan antara total domestik dengan mancanegara, mancanegara masih memegang posisi yang cukup tinggi, sekitar 70 persen kurang lebih," jelasnya.(*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Thailand-Lebih-Ramai-Turis-Daripada-Bali-Jelang-Nataru-The-Nusa-Dua-Tetap-Optimis.jpg)