Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Kantor Satpol PP Masuk Penataan Kawasan Titik Nol Kota Singaraja 

Penataan kawasan titik nol Kota Singaraja yang dimulai pada tahun 2026 juga menyasar kantor Satpol PP Buleleng. 

Tayang:
Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury
Kantor Satpol PP Buleleng yang berlokasi di sebelah utara Gedung Laksmi Graha. Kantor Satpol PP Masuk Penataan Kawasan Titik Nol Kota Singaraja  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Penataan kawasan titik nol Kota Singaraja yang dimulai pada tahun 2026 mendatang, juga menyasar kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng

Kantor tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai galeri UMKM Buleleng.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra,  menjelaskan pembangunan galeri ini untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM Buleleng, untuk memamerkan produknya. 

Selain juga memudahkan wisatawan yang ingin mencari produk UMKM khas Buleleng, karena sudah terpusat di satu lokasi. 

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Curanmor dan Curat Antar Wilayah Di Gilimanuk Bali, Sudah 3 Kali Masuk Penjara

"Selama ini wisatawan yang ingin mencari produk khas Buleleng harus datang langsung ke sentranya,”

“Dengan adanya galeri ini, maka produk-produk unggulan seperti dodol Penglatan atau kain tenun mastuli Kalianget, bisa langsung menuju galeri," ucapnya ditemui belum lama ini. 

Pembangunan Galeri UMKM masuk dalam penataan kawasan titik nol Kota Singaraja. 

Lokasi pembangunan menyasar lahan sebelah utara gedung Wanita Laksmi Graha, yang kini berupa kantor Satpol PP Buleleng

"Seluruh bangunan akan direvitalisasi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Karena kondisi saat ini gedung lama sudah bocor dan jebol," imbuhnya. 

Baca juga: Golkar Gianyar Bali Lantik Pengurus Baru, Persiapan Hadapi Pemilu 2029

Sementara untuk kantor Satpol PP Buleleng, Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini mengatakan akan mencarikan tempat baru. Apalagi penataan ini akan dilakukan beriringan dengan restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga banyak alternatif. 

"Bisa pindah ke Badan Keuangan atau ke Kantor DKPP yang akan digabung ke pertanian, ini kita punya banyak alternatif,”

“Minggu ini bersama pak Sekda, Asisten akan rembug kembali soal penataan badan dan dinas di Buleleng," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved