Nataru di Bali
Musical Laser Show GWK Bali Countdown 2026 Curi Perhatian Ribuan Pengunjung
grup musik Maliq & D'Essentials memulai hitung mundur pergantian tahun dengan puncak pertunjukan Musical Laser Show.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tahun 2025, adalah tahun kelima Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menggelar perayaan malam pergantian tahun bertajuk "GWK Bali Countdown 2026".
Konsep festival musik dan menghadirkan UMKM lokal selama event berlangsung kembali diusung, namun kali ini berbeda dari tahun sebelumnya karena tidak ada pesta kembang api spektakuler.
"Selama empat tahun kita memegang The Biggest Fireworks in Bali. Karena ada peraturan meniadakan pesta kembang api, kami pun harus berkewajiban untuk mengikuti aturan tersebut. Makanya tahun ini kita tiadakan kembang apinya," ujar General Manager of Marketing Communication and Event GWK, Andre Prawiradisastra, Rabu 31 Desember 2025 malam.
Akan tetapi peniadaan pesta kembang api di GWK Bali Countdown 2026 tidak mengurangi keseruan, isi acara, line up pengisi acara, bahkan sebagai penggantinya dihadirkan Musical Laser Show yang dipersembahkan nanti pada saat pergantian tahun.
Baca juga: HINDARI Macet Perayaan Tahun Baru, Rekayasa Lalin 3 Titik Utama, Jalur Pantai Kuta, Bandara dan GWK!
"Seluruh rangkaian acara pergantian tahun akan dilaksanakan sesuai rencana, diawali dengan memanjatkan doa bersama," imbuh Andre.
Perayaan ini juga semakin meriah dengan penampilan musisi ternama seperti Whisnu Santika & MC Drwe, Maliq & D’Essentials, Lomba Sihir, Lolot, Navicula, dengan Duo Giga sebagai MC.
Satu menit menjelang pukul 00.00 WITA, grup musik Maliq & D'Essentials pun memulai hitung mundur pergantian tahun dengan puncak pertunjukan Musical Laser Show.
Ribuan pengunjung pun mengabadikan momen pergantian tahun ini dengan smartphone mereka.
Dan penampilan dilanjutkan dengan pertunjukan budaya diiringi musik dan laser yang semakin mencuri perhatian pengunjung yang sejak sore datang untuk merayakan Tahun Baru.
Kemeriahan rangkaian GWK Bali Countdown 2026 turut dilengkapi dengan MyMelali X Pasar Keliling pada 26 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, yang menghadirkan ratusan UMKM lokal serta penampilan spesial dari Sunar Sanggita, sekolah musik dengan pengajar tunanetra yang tampil pada 28 Desember bertepatan dengan Bulan Disabilitas.
"Jadi hura-hura boleh, senang-senang boleh, tapi juga tidak lupa dengan budaya Bali," ungkapnya.
Disinggung mengenai berapa jumlah tiket yang telah terjual dan seperti apa hasil pantauan sementara saat acara berlangsung?
Andre Prawiradisastra menyampaikan tiket yang terjual hingga kemarin malam (30 Desember) itu mencapai 8.000 lebih tiket.
Tetapi dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya di mana penjualan tiket meningkat pada saat hari H acara atau 31 Desember.
"Jadi kemungkinan diprediksi itu bisa mencapai 10 ribu tiket ya. Astungkara nyaman dan tetap aman di GWK," ucapnya.
Di tengah isu kunjungan wisatawan ke Bali menurun saat periode libur Natal dan Tahun Baru kali ini, ternyata kunjungan ke GWK Cultural Park Bali tetap stabil dibanding periode sama tahun lalu.
"Jadi dibandingkan dengan tahun lalu itu point the same (hampir sama) trafik-nya gitu (angka kunjungan wisatawan). Jadi sebenarnya yang namanya keinginan mengunjungi GWK itu tidak menurun dibanding tahun lalu," papar Andre.
Bahkan angka kunjungan ke GWK pada periode akhir tahun mengalami peningkatan.
Bila dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat kunjungan cenderung stabil.
Pada hari biasa, jumlah pengunjung GWK rata-rata mencapai 3 ribu orang per hari.
Memasuki periode akhir tahun, angka tersebut meningkat hingga sekitar 5 ribu pengunjung per hari.
Selama periode perayaan akhir tahun, GWK menempatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung sebagai prioritas utama.
"Kami melakukan penguatan pengelolaan kawasan melalui penambahan personel keamanan, pengaturan alur pengunjung, serta koordinasi intensif dengan pihak terkait," kata Andre.
Selain itu, kesiapan fasilitas, informasi bagi pengunjung, dan pengawasan di titik- titik strategis juga terus diperhatikan agar seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi semua pengunjung.
Untuk malam pergantian tahun, GWK mendapatkan dukungan lebih dari 300 personel dari Polda Bali.
Melalui perayaan akhir tahun di GWK, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna.
GWK diharapkan menjadi tempat perayaan bagi pengunjung untuk menutup tahun dengan suasana positif dan menyambut tahun baru dengan semangat serta optimisme.
"Dengan latar kawasan yang ikonik dan atmosfer yang hangat, kami berharap setiap pengunjung membawa pulang kenangan yang berkesan dan energi baru untuk melangkah ke tahun berikutnya," harap General Manager of Marketing Communication and Event GWK, Andre Prawiradisastra.(*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/saat-momen-puncak-malam-pergantian-tahun-mencuri-perhatian-ribuan-pengunjung.jpg)