Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Gubernur Bali Koster Ungkap LNG Akan Dibangun Tahun 2026, Sudah Masuk Ke Program PLN

Koster mengambil kebijakan agar Bali tidak bergantung dari luar serta wajib memenuhi pembangkit listrik dari Bali.

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Gubernur Bali, Wayan Koster. Gubernur Bali Koster Ungkap LNG Akan Dibangun Tahun 2026, Sudah Masuk Ke Program PLN 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan ke depannya Bali dalam haluan 100 tahun dapat berdaulat di bidang pangan, mandiri energi, air, hingga udara. 

Koster pun optimis hal tersebut dapat ia lakukan, terutamanya dibidang energi.

Hal tersebut ia ungkapkan pada Pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar pada Sabtu 21 Februari 2026. 

Koster mengungkapkan, untuk energi ia telah berbicara dengan Menteri ESDM dan Dirut PLN hingga akhirnya telah disetujui kebijakan Bali Mandiri Energi.

Baca juga: BAHAS Solusi TPA Suwung Tutup Per 1 Maret 2026, Gubernur Koster Temui Menteri LH, Ini Harapannya!

“Di Bali ini sekarang ini posisinya ketersediaan energinya 1.450 megawatt, 380 megawatt datang dari Paiton kabel bawah laut. Kebutuhan energi riil di Bali kalau menyala semua 1.200 megawatt tersisa 250 megawatt itu kurang sehat mudah terjadi blackout atau gangguan kabel bawah laut,” jelas Koster.

Melihat hal tersebut, Koster pun mengambil kebijakan agar Bali tidak bergantung dari luar serta wajib memenuhi pembangkit listrik dari Bali.

“Saya tidak mau ditambahi saluran energi dari luar Bali lewat kabel bawah laut saya bertahan. Saya dirayu Pak Menteri ESDM ditambah lagi 500 megawatt, tidak bisa, Bali Mandiri energi dengan energi bersih sudah masuk ke program PLN,” imbuhnya.

Mulai tahun 2026 ini Koster juga memaparkan akan dibangun pembangkit listrik di Bali berbahan bakar gas atau LNG (Liquefied Natural Gas atau Gas Alam Cair) dengan target tersedia energi 200 megawatt yang diprediksi setiap tahun akan bertambah.

“Tahun 2031 akan menjadi 1.550 megawatt tambahannya dari posisi 1.450 megawatt, jadi 3.000 watt cukup untuk Bali dan energinya adalah energi bersih yang ramah lingkungan,” bebernya.

Selain dari pembangkit energi di Bali akan dipenuhi dengan pembangkit listrik tenaga panel surya.

Koster mulai mendorong agar perkantoran mulai tahun ini dikampanyekan secara luas untuk penggunaan PLTS Atap.

“Untuk kantor, kampus, hotel, resto dan mall, ini energi ramah lingkungan, targetnya adalah 250 megawatt,” pungkasnya.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved