Berita Bali
Kunker ke Bali, Menteri PKP Sebut Bali Dapat 1.800 Jatah Bedah Rumah
Anggaran KUR perumahan disiapkan Rp130 triliun dan harapannya di Bali dapat diserap oleh UMKM, kontraktor, developer, toko bangunan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait adakan Kunjungan Kerja ke Bali.
Dalam kunkernya, Menteri PKP atau yang akrab disapa Ara juga melakukan Pelaksanaan Kegiatan KPP di Aula Ksirarnawa, Art Center Denpasar bersama Gubernur Bali, Wayan Koster pada Senin 16 Maret 2026.
Ara menyoroti terkait selama ini belum ada rumah susun (rusun) untuk tempat tinggal seniman di Bali.
“Tadi saya juga meninjau program bedah rumah. Tahun lalu ada 45 ribu rumah di Indonesia. Tahun ini Pak Prabowo meningkatkan jadi 400 ribu rumah. Tahun lalu ada 222 kabupaten kota kurang lebih yang tidak dapat. Tahun ini semua dapat, Tahun lalu Bali hanya dapat 31. Tahun ini Bali mendapatkan bedah rumah 1.800 rumah. Jadi meningkatnya itu bisa dihitung 58 kali,” jelasnya.
Baca juga: Alokasikan Per Unit Rp 80 Juta, Dinas Perkim Targetkan 68 Unit Bedah Rumah di 2026
Jadi ini, kata Ara, merupakan suatu perjuangan dari Gubernur Bali. Program bedah rumah ini diyakini akan menimbulkan multiplayer efek, di antaranya menggerakkan ekonomi, tukang-tukang bekerja, toko bangunan, hingga menggerakkan ekonomi sopir yang membawa material dan sebagainya.
“Saya juga tadi sudah dapat support Pak Gubernur supaya rumah subsidi segera digalakan di Bali. Presiden Prabowo sudah gratiskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), agar perolehan tanah bangunan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang tadinya bayar sekarang gratis. Kemudian PBG pengurusannya tadinya 45 hari, jadi maksimal 10 hari,” imbuhnya.
Rencananya ia akan kembali mengunjungi Bali pada bulan Juni untuk meninjau KUR Perumahan, yang baru pertama kali dilangsungkan.
Anggaran KUR perumahan disiapkan Rp130 triliun dan harapannya di Bali dapat diserap oleh UMKM, kontraktor, developer, toko bangunan.
Tenor pinjaman mencapai Rp20 miliar dengan bunga subsidi 5 persen.
“Saya berharap ini bisa dinikmati oleh rakyat Bali, terutama UMKM-nya. Kemudian dari, itu di bawah Rp100 juta, tidak perlu jaminan. Bunganya berapa? 0,5 persen sebulan. Berarti setahun adalah 6 persen. Manfaatkanlah ini rakyat Bali. Di Bali ini saya yakin ada mungkin 100 ribu UMKM,” terangnya.
Disinggung apa target konkret program dalam 1 tahun ke depan Ara menjelaskan di tahun 2025 lalu itu ia telah membuat pencapaian tertinggi dari rumah subsidi tapak. Biasanya 228 ribu, tahun lalu terbesar sepanjang sejarah 277 ribu.
“Tahun ini target kita 350 ribu, itu konkretnya. Kemudian, selama 5 tahun ini, negara itu membiayai dari data yang kami dapat, 5 tahun terakhir, hanya 140 ribu rumah subsidi. Kenapa tanah makin mahal dan makin sulit? Jadi kita juga mesti mengubah juga kultur masyarakat dan bagaimana caranya karena ini adalah suatu realita yang harus kita survival, harus kita hadapi,” pungkasnya.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kunker-ke-Bali-Menteri-PKP-Sebut-Bali-Dapat-1800-Jatah-Bedah-Rumah.jpg)