Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Harga Kebutuhan Pokok di Bali

Warga di Denpasar Bali Tetap Beli LPG Non-Subsidi, Agung Berharap Tak Ada Kenaikan Lagi

Akibat kenaikan LPG non-subsidi ini, masyarakat ada yang beralih ke LPG subsidi 3 kg atau tabung hijau. 

Tayang:
Tribun Bali/TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI
AGEN LPG – Seorang warga berada di Agen LPG Non PSO di Jalan Waribang, Desa Kesiman, Kota Denpasar, Senin (20/4). 

Di agen LPG ini menyediakan LPG subsidi 3 kg dengan jumlah sesuai kuota. 

Dalam satu hari biasanya penjualan tabung LPG 5,5 kg dan 12 kg mencapai 30 hingga 60 tabung. 

Ia menambahkan mengenai penurunan jumlah pembelian LPG non-subsidi belum dapat dihitung karena baru berlaku dua hari.

“Kalau kebanyakan yang beli masyarakat untuk pribadi, ada yang usaha. Karena gas non-subsidi kebanyakan yang usaha. Kalau misalkan rumah tangga, mungkin rumah tangga yang menengah ke atas, karena dengan harga, pasti mereka bisa jangkau,” pungkasnya. 

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga LPG 3 kg atau elpiji subsidi tidak mengalami kenaikan. 

Selain itu, dia memastikan pasokan elpiji 3 kg terjaga sesuai dengan standar minimum nasional.

“Khusus untuk elpiji yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional, dan harganya tidak ada kenaikan. Flat,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 20 April 2026.

Ia menuturkan, pemerintah sejatinya hanya bisa mengatur harga energi subsidi. 

Seperti pada bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menetapkan harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan. 

Berbeda dengan produk energi non subsidi, Bahlil menyatakan, pemerintah tidak mengaturnya secara langsung sehingga harganya mengikuti pasar.

Kondisi ini pula yang membuat harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, begitu pun dengan elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg.

“Saya katakan bahwa yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, menyesuaikan dengan harga pasar,” jelas Bahlil seperti dilansir kontan.co.id.

Ia menyatakan, pemerintah tidak pernah menaikkan harga elpiji 3 kg sejak 2007. 

Maka dari itu, jika terjadi kenaikan harga pada elpiji tabung melon tersebut dikarenakan permainan pasar. 

“Elpiji 3 kg itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah, yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan,” ucap dia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved