Sampah di Bali
Menteri LH Sebut 71 Persen Warga di Bali Sudah Pilah Sampah
Dari laporan Kapusdal yang diterima Jumhur, masyarakat di Bali yang telah memilah sampah mencapai 71 persen.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Denpasar, Bali, pada Selasa 9 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau TPST Tahura I Denpasar dan juga kantor TPA Suwung.
Dalam peninjauan tersebut, Jumhur Hidayat mengatakan, kesadaran masyarakat memilih sampah di Bali cukup tinggi.
Dari laporan Kapusdal yang diterima Jumhur, masyarakat di Bali yang telah memilah sampah mencapai 71 persen.
"Saya rasa dari sejak tersiar kabar ada masalah sampah di Bali, khususnya di Badung dan Denpasar, ini udah terjadi kemajuan yang luar biasa. Mereka sangat serius berkolaborasi tidak hanya pihak pemerintah, kabupaten atau kota dan juga provinsi, tapi juga masyarakat. Misalnya gerakan pilah sampah, itu saya dapat laporan dari Kapusdal di sini sudah 71 persen orang memilah dengan sadar," kata Jumhur.
Baca juga: Jangan Sembarangan Bakar Sampah, Dua Hektare Lahan Kebun di Awen Jembrana Terbakar
Meski masih ada yang belum memilah sampah, namun menurutnya hal itu masih membutuhkan waktu.
Ia juga menambahkan jika di TPST Tahura I Denpasar dilakukan pemilahan sampah lagi.
Jumlah menyebut, untuk sampah organik hasil pencacahan dibawa ke Klungkung, Bali.
Sementara untuk RDF yang dihasilkan bisa dijadikan bahan bakar.
"Bahkan nanti yang ke Klungkung itu sebentar lagi akan dikelola menjadi semacam pengganti batu bara, kompos. Bahan baku dari kompos. Itu tinggi kalorinya. Dan itu sedang diproses, tadi mesinnya sudah ada," paparnya.
Ia menyebut, sekitar bulan Agustus 2026 ini, hal itu sudah dimulai.
"Jadi sebenarnya ini sudah pada track yang benar gitu ya. Dan kita mendorong terus," paparnya.
Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah Badung dan Denpasar menyediakan anggaran standarisasi truk.
Sehingga truk-truk yang mengangkut sampah, khususnya truk swakelola, yang jumlahnya tiga kali lipat dari milik pemerintah, minimal memiliki referensi.
"Nah, kalau gimana kita minta yang swakelola truknya lebih bagus, tapi kemudian, contohnya enggak ada gitu. Nah, ini penting," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Menteri-LH-Sebut-71-Persen-Warga-di-Bali-Sudah-Pilah-Sampah.jpg)